OBAT KUAT PRIA PIN BB 29DA00C1 CALL 081222264774

Obat Kuat Pria Penambah Stamina Berhubungan Sex,Ereksi Kuat,Tahan Lama,,,,Mengatasi Ejakulasi Dini Dan Lemah Sahwat.

PEMBESAR PENIS ORIGINAL PIN BB 29DA00C1 CALL 081222264774

obat pembesar vimax » pembesar penis » pembesar penis alamai » pembesar penis oil » vacum penis jakarta » Pembesar Penis Alami Vimax Canada Murah

ALAT BANTU SEX PRIA PIN BB 29DA00C1 CALL 081222264774

Alat Seksualitas Pria Yang Paling Besar Ukuranya Berbentuk Seukuran Seluruh Badan Manusia Normal Dan Dengan Di Lengkapi Boneka Vagina Yang Berbahan Karet Silikon Lembut, Lentur, Halus.

ALAT BANTU SEX WANITA PIN BB 29DA00C1 CALL 081222264774

Alat Seksualitas Wanita Yang Paling Besar Ukuranya Berbentuk Seukuran Seluruh Badan Manusia Normal Dan Dengan Di Lengkapi Boneka Vagina Yang Berbahan Karet Silikon Lembut, Lentur, Halus.

Sabtu, 28 Februari 2015

Adik Tiriku Pemuasku

Adik Tiriku Pemuasku

Dari semua pengalaman gue selagi ini, yang pertama-tama gue mau cerita merupakan pengalaman gue dengan seorang yang bernama Bella, sebutlah semacam itu namanya. (gue pake nama samaran sebab ga mau ada orang yang bisa menebak siapa gue sebetulnya)

Sesungguhnya si Bella ini merupakan adik gue sendiri. Kami satu ayah tapi beda ibu. Dirinya bertumbuh serta besar di kampung selagi ini. Serta pada sebuahsaat (gue ga mau sebut tahunnya, takut ketebak ma orang), dirinya datang ke kota dimana gue serta kakak perempuan gue tinggal (kakak perempuan gue itu merupakan saudara kandung gue serta dirinya telah punya suami, sementara gue tinggal dirumahnya).
?Bella waktu itu baru tamat smp serta mau melanjutkan sekolah ke jenjang smu sementara gue tetap kuliah tingkat skripsi namun telah sambil bekerja. Serta sejak gue perhatikan kedatangannya, dalam hati gue berpikir, ini anak kampungan banget sih.

Pokoknya tetap polos-polos gitulah. Gue biasa-biasa aja pada permulaan menonton dia, mesikipun yang gue perhatiin dari dirinya merupakan bahwa dirinya mempunyai kulit yang lumayan putih bersih serta tubuh yang padat meski tinggi badannya sangat tidak ideal. Tapi tetap luar biasa untuk dilihat pada umumnya.
 vidio sex
Dan berlalulah waktu tanpa terasa dirumah kakak gue ini dengan keberadaan penghuni baru ini. Selayaknya seorang adik, dirinya memanggil gue dengan sebutan kakak , tentunya. Si Bella ini tidurnya dengan keponakan gue yang tetap SD. Serta sebab jadwal sekolahnya masuk siang jadi kalau pulang kerja, gue menyempatkan diri untuk menjemput dirinya (karena tingkat skripsi jadi hanya kadang-kadang aja ke kampus)dan pulang bareng-bareng ke rumah.

Oiya, ada berbagai waktu lamanya ketika bunda gue dari kampung juga sempat tinggal di rumah kakak gue untuk menemani adik gue ini beradaptasi dengan lingkungan yang baru dialaminya. Serta gue suka memperhatikan kalau bangun pagi, adik gue ini tidak langsung melakukan aktivitas namun dirinya menantikan dulu, bunda gue yang suka mengusap-usap telinganya sebagai ritual pagi yang wajib dilakukan serta baru seusai itu dirinya bakal bangun serta melakukan aktivitas dirumah.

Dan disitulah awal daripada semua cerita ini. Ketika saatnya bunda pulang ke kampung, kalau pagi-pagi gue bangun untuk siap-siap kerja, gue perhatikan adik gue ini belum bangun. Paling gue hanya masuk ke kamarnya serta lihat dirinya telah buka mata tapi belum mau bangun (sementara kebiasaan keponakan gue yang tidur bersamanya adalah, kalau bangun pagi langsung pergi ke kamar ayah serta ibunya untuk dimanja-manja). Pertamanya sih, gue biasanya hanya bilang ke dirinya semacam ini misalnya:”Ayo bangun Bella, bantu-bantu sana di dapur…” Gue hanya ingetin dirinya supaya rajin sebab kami hanya menumpang tinggal saja.
Tetapi entah kenapa, sebuahpagi terlintas di benak, adik gue ini kasihan juga sebab dirinya sebetulnya memperlukan kasih sayang dari orang tua, setidaknya dari bunda yang biasanya mengelus-elus telinganya ketika dirinya tersadar dipagi hari. Serta pada pagi itulah seusai gue beres mandi serta pergi ke kamarnya, gue rebahan disamping dirinya yang rutin posisi tidurnya dengan gaya tidur samping serta langsung mengelus-elus telinganya sambil mengatakan:”Kamu pasti kangen diginiin sama bunda ya…” si Bella membalikkan badannya serta hanya tersenyum bahagia saja. Lalu selanjutnya, kemarin hari ke depan, setiap pagi gue datang kekamarnya serta mengelus telinganya tanpa punya perasaan apa-apa.
Hingga pada sebuahpagi, gue masuk ke kamarnya serta semacam biasanya langsung mengelus-elus telinganya, ehhh, ketika dirinya membalikkan badannya, tangan gue yang tadinya berada di telinga terturun sebab gerakan tubuhnya menjadi bersentuh dengan payudaranya. Entah kenapa, gue mengalami perasaan yang tidak sama saat itu. Lain banget perasaannya. Ada sedikit mengalami ketegangan.

Ketegangan pada jantung yang tiba-tiba berdetak lebih cepat. Ketegangan pada nafas yang sedikit tertahan. Serta ketegangan pada penis gue yang tiba-tiba menjadi keras. (sebetulnya ga aneh kalau penis pria mengeras dipagi hari, sebab itu terbukti telah kodratnya, menurut ilmu kedokteran)

Tapi yang gue rasa aneh merupakan ketika gue telah mulai menikmati semua ketegangan ini. Serta entah setan darimana yang telah menantikan peluang ini untuk menjatuhkan iman gue, entah kenapa ketika adik gue telentang semacam biasanya kalau telah mulai dielus telinganya, seharusnya gue memilih mengelus telinga yang terdekat dengan posisi gue disampingnya. Tapi kali ini, gue bersikap diluar kebiasaan, yaitu dengan mencari telinga yang justru disebelah kirinya.

Sudah pasti bisa ditebak, dengan posisi kami berdua sama-sama tidur, pasti saja ketika gue meraih telinga yang disebelah kiri, jadi itu berarti gue wajib menjulurkan jangkauan lebih jauh serta itu artinya bahwa lengan gue bakal menindih payudaranya yang terliwati oleh tangan gue.

Dan jujur, itulah sebetulnya yang gue telah rencanakan dengan tiba-tiba pada pagi itu. Sementara gue mengelus telinganya, pada saat itu juga, lengan gue tergesek-gesek oleh payudaranya yang menyembul.
Mungkin bisa dikatakan tidak terlalu montok, namun lumayanlah untuk merasakan bahwa itu merupakan payudara perempuan yang sedang ranum-ranumnya berkembang. Tapi gilanya, itu merupakan payudara adik gue sendiri! Adik tiri, tepatnya!

?Kejadian pagi itu, menjadi berulang pada hari-hari selanjutnya. Kadang-kadang adik gue terlentang kalau dielus telinganya tapi tidak jarang juga dirinya hanya dalam posisi miring tidurnya, jadi kalau demikian yang terjadi jadi gue tidak bisa merasakan sentuhan dengan payudaranya.

Tetapi ada kebiasaan baru yang gue bisakan kalau seandainya adik gue tidur pada posisi miring: jadi sebab tidak terkesan oleh dia, gue sambil tengkurap tidurnya, tangan memegang telinganya, namun badan gue gesek-gesekan ke kasur sambil membayangkan sedang bersenggama dengan wanita.

Jujur, kalau telah melakukan gesekan semacam itu, biasanya gue tidak bakal berhenti menggesekan penis gue itu hingga akhirnya benar-benar orgasme.

Mungkin sensasi yang gue bisakan sebab gue menyentuh telinga seorang wanita, meskipun itu merupakan adik gue sendiri.?Kejadian sejak saat itu akhirnya menjadi kenikmatan baru gue. Serta itu bertambah aneh rasanya, kalau gue sedang membonceng adik gue dimotor ketika jemput dirinya pulang ke rumah.

Dalam perjalanan, pasti ada saja situasi yang membikin payudaranya tersentuh dengan punggung gue, rasanya, badan gue langsung jadi tegang serta pikiran mendadak menjadi kotor, membayangkan faktor yang tidak-tidak bersama adik gue ini. (dia kalau dibonceng tidak sempat pegangan pada tahap tubuh gue)

Tetapi semua itu hanyalah pikiran didalam hati yang tetap jauh untuk dilaksanakan dalam kenyataan. Hingga pada sebuahsaat, gue lupa kapan tepatnya adik gue ini curhat, bahwa dirinya lagi dekat dengan seorang pria kawan sekolahnya.
Entah kenapa, waktu mendengar cerita itu, gue pura-pura seneng tapi dalam hati semacam ada kata penolakan. Menolak kalau menerima kenyataan, adik gue bakal berpacaran dengan seorang pria. Serta kenyataan selanjutnya, gue mencari tahu siapa cowo yang sedang dekat sama dia.

Waktu gue jemput dirinya pulang sebuahsaat (oiya, gue ga selamanya bisa jemput dirinya sebab terkadang pulang dari kerja langsung ke kampus) gue tanya apakah ada cowo yang naksir dia, diantara murid-murid sekolah yang sedang kumpul didekatnya. Serta dirinya menunjukkan seorang cowo: tinggi, putih serta cakep (bukan ganteng loh) Lalu langsung timbul perasaan aneh lagi.
Sepertinya, perasaan ini merupakan perasaan cemburu. Gue yakin banget. Itu merupakan perasaan cemburu. Kalau itu terbukti perasaan cemburu, apakah ini berarti tanpa gue sadari, gue telah mencintai adik gue sendiri? Alias sedikitnya, menyukai dia? Ada perasaan gue tidak mau kehilangan dia. Lalu apa yang wajib gue lakukan??

Seperti biasanya pada pagi selanjutnya, ritual memegang telinga dilakukan kembali. Namun pagi itu, aspirasi gue telah bulat. Hari ini bakal tidak sama dari pagi-pagi sebelumnya. Ketika gue rebahan disampingnya, semacam biasanya dirinya tidur gaya menyamping.

Dia tidak terlentang ketika gue mengelus telinganya, jadi rencana yang telah disusun sebelumnya berganti. Hanya sebentar gue mengelus telinganya, serta sebagai gantinya, jari tangan gue kini menekan-nekan tahap pundaknya, sambil seolah-olah sedang memijit dengan lembut.

Nafas gue langsung memburu dengan tindakan gue ini. Jantung serasa mau copot sebab ini tindakan yang tidak biasa dilakukan pada adik gue ini. Pertama, dirinya hanya diam saja, namun lama-kelamaan dirinya telah mulai menggelinjang dengan pijitan gue ini.

Gilanya, gue juga mendekatkan mulut gue ketelinganya serta bilang:”Enak ya ‘de…” serta dirinya hanya menjawab singkat:”Heeh…” Sebelum ponakan gue masuk kamar serta menonton kejadian yang diluar kebiasaan ini, gue langsung hentikan pijitan kecil ini dengan andalan besok bakal dilanjutkan.?Dan itulah yang terjadi kemudian, besok paginya, gue kembali datang ke kamarnya serta hanya sebentar untuk mengelus telinganya serta langsung memijit tubuhnya lagi dari samping.

Tetapi kali ini, gue telah lebih berani lagi untuk memijit langsung dengan memasukkan tangan gue kedalam kaosnya. Pasti saja dirinya menjadi kaget, sebab pastinya tidak sama kalau dipijit ada kaos yang menjadi penghalang serta dipijit tangan langsung ketemu dengan kulit.

Tapi dengan sigap gue bisikkan, “Biar ga seret tangan gue memijitnya…”, Argumen yang masuk akal!!! Serta bertambah berdegup jantung ini waktu mijit serta kena tahap bra. Seolah-olah pengen langsung buka aja bra-nya biar sensasinya terus gila.

Jujur gue wajib bilang, adik gue ini permukaan kulitnya, benar-benar mulus. Serta sebab dirinya membelakangi gue dirinya tidak tahu sambil memijitnya, gue tengkurap serta menggesek-gesekkan penis gue ke kasur, hingga akhirnya gue orgasme semacam biasanya. Kalau telah semacam itu, gue bakal dengan cepat-cepat keluar kamar. Nafsu seakan langsung reda kalau telah tertumpah sperma ini.

Hingga pada sebuahpagi, petualangan gue terus bertambah derajatnya. Sebab telah terbiasa dengan memijit tahap punggung, gue kini telah mulai pelan-pelan menyusuri tahap depan tubuhnya. Dengan posisi dirinya tidur tengkurap, itu pasti susah dijangkau.

Tetapi dengan posisi tidur miring, jadi segalanya menjadi mudah. Serta yang terjadi adalah, pelan-pelan gue memijit dirinya semacam biasanya, naik turun pundak-punggung-pinggang. Serta seusai lumayan dirasa waktunya, gue mulai memijit tahap pinggang samping serta mulai naik ke ketiaknya.

Pertama-tama dirinya merasa kegelian, namun lama-kelamaan dirinya terbiasa juga dengan sentuhan gue ini. Serta ketika dirinya telah terbiasa, tangan gue mulai merambah kebagian yang lainnya. Telah mulai berani lagi maju kebagian depannya, yaitu kebagian perut.

Berputar-putar memijit tahap perutnya (lebih tepatnya sih, semacam hanya mengelus saja) serta mulai berani naik kebagian yang lebih atas lagi, serta telah bisa ditebak, tangan gue bakal berjumpa dengan payudaranya disana.
Bayangkan, kalau sebelumnya, gue sempat merasakan bersentuhan dengan payudaranya, itu hanya sebatas sentuhan lengan saja serta dipisahkan dengan baju alias kaus yang melekat ditubuhnya, namun sekarang, jemari tangan seorang kakak bakal dengan sengaja mengawali petualangannya untuk menyentuh tahap payudara dari adiknya sendiri. Tepatnya, adik tirinya!?Kebiasaan gue yang terbaik adalah, rutin sabar. Jangan terburu-buru. Gue bakal menonton dulu bagaimana reaksi dari adik gue ini ketika tangan gue perlahan telah mulai naik kebagian atas tubuhnya, yaitu kebagian payudaranya. Rasanya tidak masuk akal kalau dirinya tidak merasakan pergerakan tangan gue yang telah mulai kelihatan aneh.

Tetapi tidak masuk akal juga, kalau seorang wanita telah membiarkan tangan laki-laki lain menjamahnya telah terus jauh, meskipun itu merupakan kakaknya sendiri, lalu kemudian tiba-tiba menolaknya dengan drastis. Serta yang terjadi kemudian adalah, penolakan terjadi juga terhadap tangan ini dengan dikibaskannya dengan pelan tangan gue oleh adik gue serta kemudian dirinya mengambil posisi tengkurap, yang artinya, lumayan hingga disini usahamu kakakku. Yang bisa gue perbuat hanya mengeluarkan tangan gue dari dalam kaosnya, serta kemudian kembali memijit punggungnya dari luar sebentar saja serta selanjutnya keluar dari kamar.

Oiya, gue terkadang merasa bersyukur juga sebab selagi ini, kakak gue serta suaminya, apalagi keponakan gue yang tetap kecil itu, tidak menaruh curiga dengan kegiatan gue tiap pagi di kamar dimana adik gue tidur, sebab pasti mereka berpikir, gue merupakan kakak yang baik, yang tidak mungkin berpikiran macam-macam.?Tapi yang gue ingat pada pagi selanjutnya adalah, usaha untuk bisa melangkah lebih jauh tetap dengan gigih gue lakukan. Pendek cerita, jemari tangan gue dari posisi perut, telah menunjukkan tanda-tanda bakal segera naik kebagian atas. Serta anehnya, adik gue semacam tidak lagi perduli, entah dirinya menikmati juga pergerakan jemari gue yang mengusap tubuhnya dengan lembut, alias entah dirinya juga merasa tidak enak kalau melawan kehendak kakaknya yang telah kebawa nafsu kotor ini.

Hingga akhirnya, jemari tangan gue telah mulai tiba pada tahap payudaranya, namun pasti saja payudaranya tertutup dengan bra yang dikenakannya.

Bagi gue itu tidak penting! Yang penting adalah, adik telah mengenal apa rencana gue terhadap dirinya serta meringkus sinyal yang telah gue berbagi selagi ini kenapa tiap pagi gue menjadi rajin masuk kedalam kamarnya, serta kalau dirinya telah tidak menampik tangan gue, itu berarti dirinya telah setuju untuk gue gerayangin seluruh tubuhnya tanpa syarat apapun juga.

Itulah yang terjadi, gue tidak berhenti menelan air liur gue ketika gue telah mulai menjelajahi payudara sebelah kanannya. Meskipun tertutup bra, namun sensasinya hingga bikin gue pusing ketika gue meremasnya.

Gue tidak bisa menonton bagaimana reaksi wajah adik gue ketika gue menekan dengan lembut payudaranya sebab dirinya berposisi tidur menyamping. Tapi gue bisa memastikan, tubuh gue seakan melayang dengan tindakan gue yang tidak senonoh ini. Apalagi ketika gue kemudian berpindah lagi untuk menekan payudaranya yang lain.

Dari sentuhan lembut, pelan-pelan mulai agak meremas dengan keras serta itulah kali pertamanya gue mendengar suara adik gue yang mulai mendesah-desah. Sepertinya, gayung bersambut dengan positif serta ini meningkatkan semangat gue untuk melakukan aksi nikmat selanjutnya. Logikanya, kalau dirinya tidak menikmati, alias hanya sekedar terpaksa, tidak mungkin dirinya bakal mendesah.

Karena mendesah bagi gue artinya adalah, dirinya menikmati semua sentuhan ini. Tidak puas hanya membelai serta meremas dengan bra menjadi pemisahnya, jadi jemari tangan gue telah mulai menyelusup masuk kedalam payudara yang sebelumnya tersembunyi itu.

Ketika itu terjadi, wowww…rasanya, jantung gue telah mau copot saja. (ini bukan kali pertama gue menyentuh payudara wanita, namun kalau itu merupakan payudara adik sendiri, disinilah sensasi yang tidak terkatakan bisa dirasakan) Pertamanya, dirinya agak menggelinjang ketika jemari gue menyentuh putingnya. Entah sebab kaget alias mungkin sebab kenikmatan.

Tapi yang pasti gue tidak bakal membuang waktu lagi untuk segera menggesek-gesekan penis gue kekasur sambil terus mulai meremas-remas payudaranya.

Semakin cepat gue menggesek penis dikasur, terus kuat gue meremas payudaranya. Serta ketika tiba waktunya untuk orgasme, gue benar-benar menikmati semuanya itu dengan puas namun dengan tetap sejuta penasaran yang lain yang seakan muncul: apakah hanya sejauh ini? Apakah gue lumayan puas dengan masturbasi sendiri sambil menyentuh tahap tubuh dari adik sendiri??
Anehnya, ketika gue punya peluang menjemput dirinya pulang dari sekolah, sepanjang perjalanan pulang di motor, kami berdua seolah-olah pura-pura tidak tahu apa yang terjadi setiap paginya dengan hubungan kami berdua.

Justru yang dibicarakan oleh adikku itu merupakan mengenai cowo yang sedang terus mengejarnya. Serta setiap mendengar cerita itu, tiba-tiba saja timbul perasaan aneh didalam perasaan gue ini, yaitu perasaan nafsu birahi untuk bisa melakukan sesuatu yang lebih lagi terhadap adik gue ini.

Dan itu terbukti terjadi pada sebuahpagi selanjutnya. Kalau yang sudah-sudah, gue membiarkan dirinya dalam posisi tidur samping serta gue bakal menggerayangi tubuhnya dengan puas tanpa kami berdua wajib bertatapan muka (gue pikir-pikir, itu pasti tutorial teraman yang dilakukan adik gue supaya kami berdua tidak menjadi malu kalau hingga bertatapan muka ketika terjadinya tindakan ini) tapi pagi itu, gue langsung menariknya dengan pelan agak tidur dengan posisi terlentang.

Selanjutnya tanpa takut ataupun malu, gue langsung menindihnya dengan tubuh gue diatas tubuhnya serta langsung gue beraksi. Suasana pagi yang tetap gelap tanpa adanya lampu sangat menunjang aksi semacam ini sebab sesungguhnya, kami berdua tidak dengan jelas bisa saling memandang.

Gue langsung mencium tahap lehernya dengan lembut sembari tangan gue langsung masuk kebagian tubuhnya. Sebetulnya rencana gue hanya sederhana, semacam yang sudah-sudah, gue wajib orgasme sebab menggesek-gesekan penis gue ini. Tapi kalau sebelumnya gue menggesekkan penis ini di kasur tapi hari ini gue wajib gesekkan diatas tahap tubuh adik gue ini. Serta gue mencari posisi yang pas hanya untuk urusan penis yang diarahkan kebagian selangkangannya. Gue tidak butuh tangan masuk kedalam payudaranya namun lumayan hanya meremas dari luar, namun yang penting, penis gue yang telah menegang itu digesek-gesekan kebagian selangkangannya saja. Itu telah meningkatkan sensasi nikmatnya seks gue ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Selagi tindakan ini berlangsung, samar-samar gue menonton tampang adik gue semacam menutup matanya dengan terpaksa (mungkin untuk menghindari tatapan langsung dengan gue) namun dirinya tidak bisa menutupi mulutnya yang perlahan mendesah-desah menikmati gesekan penis gue diatas vaginanya yang tertutup oleh short yang dikenakannya.

Gue sangat puas dengan kejadian saat itu, sebab sebetulnya dengan cara terbuka, adik gue telah memberikan tanda, bahwa dirinya tidak keberatan dengan aksi gue selagi ini serta bahkan mungkin menikmatinya dengan sangat.

Dan itulah terbukti perangkap setan: kami tidak sempat puas dengan apa yang telah didapatkan namun malah penasaran untuk mencoba ke jenjang yang lebih tinggi.?Dan peluang untuk merasakan sesuatu yang lebih nikmat lagi datang pada gue serta adik. Itu bermula ketika kakak ipar gue wajib tugas luar kota. Semacam biasanya, keponakan gue bakal pindah tidur bersama ibunya serta itu berarti bahwa adik gue bakal tidur sendiri.
Sepanjang hari gue telah merencanakan untuk melakukan aksi yang lebih canggih lagi. Mesikipun jujur, gue tidak berharap tidak sedikit kalau rencana serta aksi ini bakal berjalan mulus. Ketika malam tiba, jantung gue berdetak dengan cepat sebab menanti kapan saatnya seluruh penghuni bakal tertidur dengan lelap, terutama kakak serta keponakan.

Sedikit-sedikit mata menonton kearah jarum jam sambil berpikir kapan waktu yang tepat. Mungkin sebab saking tegangnya, malam itu entah kenapa, gue jatuh tertidur dengan lelapnya. Ketika bangun pagi, di otak langsung timbul wajib kekamar adik.

Tetapi ketika gue membuka gagang pintunya, nyatanya terkunci dari dalam. Serta baru mengertilah gue selagi ini, kalau pintu biasanya tidak terkunci, itu sebab keponakan gue telah bangun serta pindah kekamar orang tuanya. Sementara hari ini terkunci sebab adik gue tetap tidur.

Tapi gue menyimak kejadian ini sebagai petunjuk bahwa, bisa saja adik gue tidak mau memberikan peluang untuk gue supaya bisa masuk kekamarnya serta itu artinya sebuahtanda yang kurang baik bagi gue dengan cara pribadi.

Gue bertanya, apa iya adik gue terbukti tidak mengharapkan keberadaan gue dikamarnya? Apa iya selagi ini dirinya terpaksa menerima aksi bobrok gue? Alias mungkin dirinya telah sadar bahwa semua ini merupakan tidak etis serta dosa? Sempat kacau perasaan ini sepanjang hari itu sambil menebak-nebak apa yang sebetulnya sedang terjadi.

Terlebih pada pagi itu hingga gue pergi ke kantor, gue tidak menonton adik keluar dari kamarnya. Jadi pada malamnya, ketika pulang kantor serta juga tidak menonton adik di ruang tamu, ruang makan ataupun ruang TV, gue berpikir, lenyap telah rencana-rencana jahat yang ada di otak yang bakal dilakukan terhadap adik gue itu.

Sehingga akhirnya, malam itu gue pergi tidur agak cepat dari biasanya. Tapi disitulah letak misterinya dosa: antara sadar serta tidak sadar, gue mendengar ada suara yang membangunkan gue dari tidur ditengah malam.

Ketika gue membuka mata, adik gue telah didepan gue sambil memohon:”Ka, temenin aku tidur donk…hujan keras serta petir, bikin aku ketakutan…” serta terbukti benar, diluar terdengar hujan keras, tapi tidak terdengar petirnya. Entah kenapa, yang ada dipikiran gue saat itu adalah, apakah kakak gue wajib mengenal gue tidur menemani adik tiri kami malam itu.

Mungkin sebab terbukti ada apa-apanya, gue takut kalau kakak gue tahu kejadian ini. Pasti saja gue dengan bahagia hati bakal menemani dirinya tidur tapi kakak gue tidak boleh mengetahuinya.

Jadi yang gue perbuat adalah, suruh dirinya pergi kekamarnya duluan serta berjanji bakal menyusul. Gue takut kalau kelak terdengar berisik kalau kami berdua berjalan bersama-sama.

Mungkin kurang lebih setengah jam baru kemudian gue menyusul kekamarnya, serta pasti saja hari ini kamar tersebut tidak terkunci. Gue menonton dalam kegelapan adik gue tidak bereaksi dengan kedatangan gue ini, mungkin dirinya telah kembali tertidur pulas alias mungkin, justru pura-pura tidur.?Gue langsung mengambil posisi berbaring disebelahnya serta pasti saja kembali jantung berdegup dengan keras (saat ini saja ketika sedang kembali menuliskan pengalaman ini, jantung gue berdebar-debar, sebab seolah-olah kejadian itu tetap ada didepan mata) ketika rebah tidur disampingnya.

Gue sempat memejamkan mata namun itu hanya terjadi sebentar saja. Debaran jantung membikin gue tidak bisa menutup mata lama-lama. Dipikiran saat itu adalah, gilaaaaa….sekarang tidur disamping gue merupakan wanita yang telah menjadi korban pelampiasan seks yang tidak direncanakan serta selagi ini gue telah sangat bersyukur menikmati hanya dengan tangan gue yang meraba-raba tahap tubuhnya.

Disamping gue tidur wanita yang tadi malam gue punya rencana untuk mengajaknya berpetualang seks lebih jauh lagi tapi sepertinya waktu tidak berpihak padaku. Disamping gue telah berbaring, adik tiri gue sendiri.?Perlahan gue mulai berganti posisi tidur dengan gaya menyamping sementara hujan tetap terdengar dengan kerasnya, namun tetap belum terdengar suara petir semacam yang dikatakan adikku ini.

Gue menonton adikku ini hanya bahunya saja sebab terbukti inilah gaya tidurnya. Tetap jelas diingatan gue, adik gue ini suka tidur dengan kaos serta short. Itulah yang membuatnya tidak menggairahkan serta seksi sebab tidak ada sesuatu yang tersingkap. Kalau saja dirinya memakai daster, pasti bakal seksi banget melihatnya dirinya tidur.
?Tapi semua itu tidak membikin pikiran kotor dari kemarin, luruh dengan sendirinya. Bisa satu ranjang dengan seorang wanita, siapapun itu orangnya, merupakan anugrah serta memunculkan sensasi.

Tapi lumayan waktu lama untuk mengambil keputusan supaya merapat mendekat terhadap tubuhnya. Sebab faktor ini tetap wajib diperhitungkan. Kalau pagi hari menyentuhnya itu sebab ada argumen ritual memegang telinga pada awalnya namun pada malam ini, apa alasannya untuk menyentuhnya? Namun otak ini berlogika, tidak mungkin dirinya tidak tahu apa resikonya mengundang kakak tirinya ini tidur satu ranjang sepanjang malam ini kalau dirinya tidak mempertimbangkan apa yang telah terjadi pada hari-hari sebelumnya.

Seharusnya, dirinya pasti telah mengambil resiko dengan apa yang bakal dibangun oleh kakaknya pada malam ini. Mungkin dirinya berpikir, lebih takut terhadap setan ditengah malam ini daripada takut terhadap kakak tirinya yang telah jelas-jelas mempunyai nafsu birahi terhadap adiknya sendiri.

Dimulailah per jalanan yang menegangkan malam itu. Pertama, gue hanya menyentuh pinggangnya dengan tangan tanpa melakukan gerakan apa-apa. Ini hanya mau menguji, apakah dirinya mau menolak alias hanya berdiam saja. Sumpah, jantung gue memompa dengan keras sebab wajib mengalirkan darah dengan cepat ke penis yang mulai ereksi serta otak yang mulai tegang.

Untuk sekian lama dirinya hanya berdiam diri saja. Apakah terbukti benar-benar telah tertidur, alias pura-pura tidak perduli dengan tangan yang ada dipinggangnya? Ini membikin gue terus tegang sebab telah bakal meningkatkan sentuhan ke jenjang yang lebih tinggi. Hari ini tangan gue mulai memegang lengan tangannya serta merapatkan tubuh terus dekat.

Kemudian mulai memberikan kecupan ringan pada tahap punggungnya yang terilindung oleh kaos yang digunakannya. Tidak ada reaksi untuk sekian saat. Serta itu terus membikin gue berani untuk melakukan faktor lainnya.

Jemari tangan kini mulai turun kebawah serta mengelus paha sampingnya sambil mulai meremas pantatnya, sesuatu yang belum sempat gue perbuat sebelumnya. Terus kecupan-kecupan pendek dilayangkan pada tahap punggungnya sambil tangan terus menggerayangi tahap pahanya. Sesudah dirasa lumayan waktunya, akhirnya gue luar biasa pelan tubuhnya yang menyamping itu supaya menjadi posisi terlentang.

Gue menghindari untuk menonton wajahnya dengan cara langsung meskipun kamar dalam keadaan gelap jadi yang gue perbuat merupakan langsung membenamkan kepala kebagian bawah tubuhnya, tepatnya pada tahap paha kebawah, sembari terus memberikan kecupan-kecupan kering (maksudnya tidak pake lidah ciumnya) telah pasti dirinya kegelian karenanya tapi gue tetap tidak pasti apakah dirinya kegelian dalam tidurnya alias terbukti telah terjaga dari tadi.

Itu tidak penting untuk mengetahuinya, yang penting merupakan sejauh ini adik gue tidak mengadakan penolakan terhadap aksi gue itu. Serta selanjutnya gue telah mulai berani merangsek kebagian atas. Gue tetap menciumi seluruh tahap tubuhnya yang tertutup short serta kaos.

Tapi ciuman itu tidak mengurangi sensasi yang gue rasakan serta pastinya yang dirasakan olehnya. Apalagi ketika gue telah tiba pada tahap payudaranya, gue menggigit dengan pelan, meski tertutup kaos serta bra, tapi dirinya bisa merasakan sentuhan kecil ini sebab sementara tangan gue juga menelusuri tahap selangkangannya dengan jemari gue ini.

Ada sebuahsaat ketika gue menekan shortnya pada tahap yang gue rasa itu merupakan posisi vaginanya berada, serta yang terjadi adalah, desahan pelan yang membikin gue terus berani. Tapi tetap gue belum bertatapan langsung dengan matanya sebab gue sibuk membenamkan kepala gue diantara dua payudaranya. Gue tetap takut untuk menonton dirinya dengan cara langsung.

Badan gue ini saja tetap belum berani untuk menindihnya semacam pagi-pagi sebelumnya. Gue bener-bener mau semua berjalan dengan lembut serta menggairahkan dirinya untuk menikmati sentuhan selanjutnya.

Dan seusai berjalan lumayan lama foreplay tersebut, gue mulai menaikkan kepala gue untuk langsung pergi kearah lehernya. Tetap gue hanya menonton dengan cara sejenak bagaimana adik gue memeramkan matanya serta gue menikmati faktor tersebut, sebab kami berdua seolah-olah dengan cara tidak langsung mengatakan: ini bukan hubungan adik serta kakak.
Ini bukan hubungan terlarang. Ini hubungan yang saling memberi kenikmatan satu terhadap yang lainnya. Dimulailah penjelajahan terhadap lehernya. Dirinya menggelinjang setiap gue mengecup dirinya dengan kecupan basah (ini baru pake lidah gue) serta sementara tangan gue tetap menjelajah tahap tubuh lainnya, sebab kini telah naik ke payudaranya (gue menghindari menekan terlalu lama tahap vaginanya sebab takut kelak dirinya telah kehilangan sensivitasnya).?
Tentu saja tangan gue tidak mau berlama-lama dipisahkan dengan kaos serta bra, jadi jemari langsung menyelusup masuk ke tahap dalam kaosnya (dan gue menghindari tergesa-gesa untuk membuka kaosnya, hingga merasa yakin banget dirinya telah terlena dengan sentuhan gue) jemari gue langsung membawa keatas bra serta langsung meremas payudaranya dengan lembut sementara bibir telah mulai naik kebagian bibir adik gue.

Sebelumnya gue tidak sempat mencium adik gue ini namun kali ini, ketika nafsu setan terus membahana, tidak sempurna kalau gue tidak mulai melumat bibir serta lidah yang ada didalamnya.

Tentu saja gue mengawali dengan mencium pipinya, terkadang tiba-tiba turun ke leher, ke dagunya serta kemudian ke tahap bawah telinganya lalu baru ke bibirnya. Serta adik gue tetap dalam keadaaan tertutup mata sembari sesekali mendengar desahannya yang membikin gue terus birahi. Tiba untuk kini mengeksplorasi tahap bibirnya: dengan tangan gue pegang pipinya serta mulai mencium bibirnya, merangsek masuk lidah gue untuk menyentuh bibirnya namun entah kenapa dirinya tidak membiarkan bibirnya terbuka.

Tidak kehilangan akal, tangan gue berpindah kearah tahap short bawahnya serta menekan tahap vaginanya dengan lembut. Ketika dirinya mengerang dengan sentuhan tersebut, baru kemudian gue menonton ada lubang bibirnya yang terbuka serta langsung gue masukkan lidah gue kedalamnya. Sungguh, adik gue ini belum pengalaman untuk berciuman.

Bayangkan dirinya hanya membuka bibirnya namun giginya tetap tertutup dengan rapat jadi gue tidak bisa untuk menjangkau lidahnya. Ini membikin gue terus gemas serta penasaran, sehiingga akhirnya kalau tadi gue dalam keadaan disamping tubuhnya kini gue meletakkan tubuh gue keatas tubuhnya serta mencari posisi yang pas untuk meletakkan posisi penis gue yang mengeras itu supaya bisa diletakkan diatas vaginanya.

Gue gerakkan pahanya supaya sedikit terbuka jadi selangkangannya terbuka agak lebar serta pada saat itulah posisi penis gue taruh cocok diatas vaginanya. Mungkin tidak cocok sekali, tapi itu lumayan untuk membikin adik gue terus bergairah dengan sentuhan gesekkan penis gue disekitar vaginanya.

Dan itulah peluang ketika gue membisikkan kata:”Buka mulut kalian ‘de…” antara sadar serta tidak dirinya melakukannya, jadi lengkaplah telah lidah gue mengulum lidahnya dengan leluasa.


Kadang menggigit bibirnya dengan lembut, kadang menari-narikan lidah itu kebagian dalam mulutnya, mengulum lidahnya, serta juga sembari penis dibawah tetap digesek-gesekan dengan irama tertentu yang membikin bukan hanya dirinya mengerang namun gue juga dibuatnya mabuk kepayang. Namun permainan belum lagi dimulai, ini semua baru pemanasan. Sebab ketika gue menonton adik gue mulai terbang dengan serangan atas serta bawah, mulai gue luar biasa kaosnya pelan-pelan keatas untuk membukanya.

Tidak susah untuk melakukan semua itu kalau wanita telah hampir setengah sadar dibangun semacam ini. Malahan dengan jelas tangannya turut menolong untuk membuka kaosnya. Itulah yang membikin gue bertambah berani. Pokoknya, yang terjadi, terjadilah. Ditengah malam yang gelap dengan suasana hujan yang turun, kegairahan gue terus menjadi-jadi.

Gelapnya malam tidak bisa menyembunyikan putihnya tubuh dari adik gue ini, meski bra tetap melekat diatas payudaranya. Gue mulai menciumi sekujur tubuhnya meski bra menjadi penghalang gue untuk menjilat putingnya.

Desahan serta desahan terdengar tidak putusnya serta saat itulah yang cocok untuk melucuti branya yang terkancing di tahap punggungnya serta mencampakkannya dibawah ranjang. Ohhh… ketika tahap tubuh atas telah dilucuti, hanya tinggal menantikan waktu untuk bisa melepaskan semua penutup tubuhnya. Serta langkah pertama merupakan melucuti kaos gue sendiri dengan cepat serta segera merapatkan tubuh gue ke atas tubuhnya.

Biar dirinya merasakan sensasi kulit kami yang berjumpa satu dengan yang lainnya. Sementara gue dengan perlahan tanpa disadarinya telah juga membuka tahap celana gue beserta cd-nya sekaligus. Dalam keadaan telanjang bugil, nafsu untuk menggauli adik sendiri terus menjadi-jadi.

Bayangkan, hanya dengan menjilat putingnya, lalu tiba-tiba naik ke bibirnya, sementara tangan langsung meremas-remas payudaranya, desahan kecilnya, lama kelamaan menjadi keras serta mirip semacam sebuah erangan merintih.

Kencan dengan tidak memakai suara terbukti tidak mengenakkan tapi gue terbukti telah memasang strategi untuk tidak memakai suara supaya dirinya tidak mendengar suara kakaknya serta membangunkan dirinya dari ketidaksadarannya itu bahwa dirinya sedang digarap oleh kakaknya sendiri. Yang gue perbuat hanya membalas erangannya dengan erangan gue sendiri supaya dirinya juga terangsang mendengar suara gue yang merintih-rintih kenikmatan.

Tiba saatnya ketika gue wajib mengerahkan daya upaya supaya bisa melucuti short serta cd yang dikenakan oleh adik gue ini. Ini bukan pekerjaan susah (gue telah tidak jarang melakukannya pada wanita-wanita lain sebelumnya) gue hanya lumayan dengan sabar membikin dirinya menggelinjang kenikmatan dengan sentuhan gue serta saatnya tiba ketika gue tidak langsung membuka celananya namun justru menyelusupkan jemari gue masuk kedalam cd-nya.

Gue hanya meletakkan jari gue diatas cdnya serta merasa pasti diatas vaginanya gue menekan dengan lembut, yang terjadi sungguh sangat diharapkan, adik gue langsung memegang tangan gue serta menahannya disana. Ini merupakan sinyal positif: saatnya untuk segera membuka shortnya.

Dan itu gue perbuat dengan mudah sekali, sebab adik gue juga dengan cepat turut menolong membuka celana yang dikenakannya. Namun gue tetap tidak mau tergesah-gesah untuk membuka cd-nya. Menonton adik gue telah telanjang, dengan kemulusan yang tidak terkata, itu telah sangat menggairahkan buat gue. Tapi gue bakal membikin bagaimana supaya dirinya juga mengharapkan permainan malam itu. Jadi langkah selanjutnya adalah, gue menaruh tubuh gue diatasnya dengan terlebih dulu melebarkan selangkangannya, serta menjepitkan penis gue diantara kedua pahanya dengan vagina yang tetap terbungkus dengan cd yang dikenakannya.

Lalu kembali tangan gue menyusuri seluruh tubuhnya yang telah nyaris telanjang sembari mulut gue kembali menciumi leher, bawah telinga, bibir serta kemudian mengulum putingnya yang mulai mengeras namun yang sebetulnya membikin dirinya terlena merupakan sebab pada saat bersamaan, pada tahap bawah selangkangannya, penis gue naik turun diatas permukaan cd-nya yang menutupi vaginanya.
Gue terus menggesek-gesek penis gue naik turun diantara selangkangannya, sambil mendengar desahan nafsu yang tertahan dari adik gue. Tapi sekian menit gue tunggu, dirinya tidak juga menurunkan tangannya kebawah untuk menekan badan gue lebih dalam serta itu bisa saja terjadi sebab dirinya tetap sungkan sebagai adik yang meminta jatah terhadap kakaknya mesikipun dirinya telah sangat menginginkannya.

Maka yang gue perbuat supaya permainan ini menjadi lebih luar biasa adalah, gue turunkan setengah posisi cd yang dikenakannya serta memasukkan penis gue kedalamnya. Gue sangat mengenal bahwa itu tidak bakal menembus vaginanya, sebab posisinya tidak sangat tepat, tapi terbukti itu gue sengaja supaya dirinya merasakan nikmat yang setengah saja serta membuatnya penasaran untuk merasakan lebih jauh lagi.

Dan strategi itu sukses dengan suksesnya. Seusai gue menggesek-gesekkan penis gue diantara jembut tipisnya, dirinya mulai merintih dengan menggoncang-goncangkan tubuhnya dengan cara perlahan, ke kiri kekanan serta berputar-putar. Sangat erotis! Tidak sempat terbayangkan, adik gue yang tetap kelas 1 SMU melakukan faktor ini.
Seks itu terbukti naluri. Tidak butuh diajarkan sebelumnya namun ketika gairah itu muncul, jadi orang bisa melakukan sesuatu yang mungkin tidak sempat direncanakan sebelumnya. Serta goyangan dirinya terus membikin gue belingsatan, terlebih ketika merasakan ada cairan-cairan disekitar jembutnya itu.

Tentu saja dirinya menggoyang sebab dirinya sedang mencari posisi yang pas supaya penis gue bisa masuk kedalam vaginanya. Itu naluri untuk mencari kenikmatan yang lebih! Tapi tidak bakal sempat bisa masuk penis gue kedalamnya kalau cd-nya belum terbuka semuanya.

Dan terbukti rencana gue adalah, ketika gue membuka sebagian dari cd-nya, gue mau dirinya yang melakukan pekerjaan sisanya. Gue mau membikin dirinya merasakan bahwa dirinya juga mengharapkan kejadian malam itu. Serta terbukti itulah yang terjadi kemudian.

Dengan reflex yang cepat sebab mungkin seusai sekian lama bergoyang serta menggelinjang namun belum merasakan penis gue masuk kedalam vaginanya, tiba-tiba saja dirinya memelorotkan celana dalamnya kebawah serta langsung menekan pantat gue dari belakang dengan kedua tangannya. Sabar…kembali gue wajib bersabar…! Gue yakin meskipun terkesan telah mulai liar adik gue ini tapi sesungguhnya gue percaya dirinya tetap perawan.

Gue pasti merupakan orang pertama yang bakal memerawani dirinya malam itu tapi gue mau melakukan semua itu dengan lembut serta berkesan. Serta tidak grasak grusuk semacam maunya.

Gue tidak mau dirinya trauma dengan kejadian pertama. Oleh karenanya, gue tetap menahan pantat gue untuk tidak terdorong dengan tekanan tangannya yang keras.

Dia pasti saja belum berpengalaman jadi tidak mengenal apa yang bakal terjadi kalau gue langsung mencobloskan penis gue kedalam vaginanya. Yang gue butuhkan merupakan kesabaran serta kelembutan dalam bercinta. Serta caranya merupakan gue membisikkan kalimat:”Sabar ya, ‘de…” Kalimat pertama yang terdengar dari gue sekali lagi, tidak hanya suara erangan-erangan sebelumnya.

Gue ingin memastikan bahwa dirinya telah basah, bahkan becek dengan cairan pelumas disekitar vaginanya. Ini merupakan pengalaman pertamanya. Serta gue wajib meyakininya bahwa malam pertama ini bakal sungguh sangat berkesan dengan kenikmatan yang tidak terkata.

Oleh karenanya, mulailah gue kembali menggesekkan penis gue diatas permukaan vaginanya, sambil sesekali mencoba untuk memasukkan penis gue dengan lembut. Yang terjadi adalah, dirinya mengerang kesakitan, serta itu pertanda bahaya.

Karena kalau hingga dirinya merasakan sakit lebih besar daripada nikmatnya, jadi otomatis, cairan pelumasnya bakal berhenti keluar serta bakal menyebabkan vagina yang kering serta susah untuk dimasuki. Jadi yang gue kerjakan merupakan mengeluarkan segenap performa untuk terus membuatnya terangsang dengan lidah, tangan serta penis yang menjelajahi seluruh tubuhnya.

Semakin dirinya terangsang, terus basah serta becek disekitar vaginanya, serta itulah saat yang cocok untuk sekali-sekali menghunjamkan penis gue kedalam vaginanya.

Pertama-pertamanya agak susah untuk menembus keperawanan dari adik gue ini namun dengan kesabaran gue melakukan semua ini dengan segenap hati. Semacam misalnya, kalau gue anggap perlu, gue turunkan kepala gue kedaerah selangkangannya serta kemudian tanpa ragu menjilat vaginanya.

Jujur, gue sebetulnya jijik melakukan faktor ini tapi demi membikin supaya dirinya terus terangsang, dengan bahagia hati gue melakukan pengabdian ini. Lumayan lama untuk bisa menembus hutan belantara keperawanan adik gue ini, namun dengan rangsangan bertubi-tubi yang telah dipersiapkan, yang mulanya tetap didepan, kini perlahan-lahan ****** gue telah mulai menancap masuk kedalam.

Dan nikmat yang gue rasakan bukan sebab penis yang telah menembus vaginanya namun justru sebab erangannya yang merintih serta gelinjangan tubuhnya yang erotis. Dari pengalaman telah diketahui bahwa tidak sempat penis bisa menikmati vagina dengan indahnya pada pertemuan pertama.

Yang penting, selagi hantaman penis ke vagina adik gue itu tidak membuatnya sakit yang parah jadi membuatnya trauma untuk bersenggama lagi, bagi gue itu telah lumayan berhasil. Serta malam itu beres dengan tumpahan sperma gue disekitar perutnya tanpa merasakan kenikmatan yang dahsyat semacam kalau gue bersetubuh dengan wanita lainnya yang berpengalaman.

Ada yang aneh ketika gue wajib mengakhiri permainan malam itu. Gue merasa aneh wajib menyeka sperma diatas tubuhnya dengan kaos gue serta wajib membisikkan:”Pake bajumu ya ‘de…” serta kemudian gue dengan berjinjit keluar dari kamarnya malam itu dengan perasaan berdosa. Tapi dosa nyatanya menyebar dengan cepat.

Besoknya, dengan sengaja gue tidak menjemput adik gue pulang mesikipun sebetulnya ada kesempatan. Gue tidak mengharapkan berjumpa dengan dirinya tapi tidak mengenal apa yang wajib dibicarakan. Gua hanya mau berjumpa dengan dirinya dengan memakai bahasa tubuh saja.

Dan itu artinya, pada malam berikutnya, mumpung adik gue tetap tidur sendiri, tunggu hingga jam satu pagi, baru gue berani memberanikan diri untuk menyelinap ke kamarnya dengan keyakinan, hari ini hanya pintu kamarlah yang menjadi tanda diantara kami berdua.

Kalau dirinya tidak menguncinya, itu berarti dirinya terbukti mengharapkan kedatangan kakaknya di tengah malam untuk mengulangi faktor yang pasti dianggapnya luar biasa tadi malam. Tapi kalau dirinya mengunci kamarnya, itu berarti, kejadian tadi malam hanyalah kecelakaan semata.

Tentu saja sangat menegangkan untuk mengenal apakah pintu terbuka alias terkunci. Namun yang pasti, ketegangan itu telah sangat berkurang drastis sebab gue sebelumnya malam itu telah bermasturbasi dengan suksesnya sebelum mengendap-endap menuju kamar adik gue.

Dan ketika gue membuka gagang pintu serta mendorongnya, nyatanya pintu bergerak kedalam, serta itu artinya…..jantung gue saat ini bergemuruh dengan hebat! Tetap belum bisa menerima kenyataan bahwa nyatanya adik gue sengaja tidak mengunci pintu kamarnya yang artinya, dirinya terbukti sedang menantikan kakaknya yang cabul ini masuk kedalam kamar serta bakal melanjutkan permainanan malam sebelumnya yang belum memperoleh nikmatnya.

Mungkin sebab terlalu lama menunggu, adik gue terbukti sepertinya benar-benar tertidur. Ini terkesan dari posisi tidurnya yang terlentang. Dalam keadaan semacam ini, gue tidak mau membuang-buang waktu lagi. Gue yakin kini bukan saatnya lagi untuk foreplay dengan durasi yang lama. Gue dengan polosnya langsung membuka seluruh baju gue serta celana beserta cd-nya.

Gue merasa yakin, hari ini merupakan permainan seks yang terbukti bergayung sambut. Jangan membuang waktu lama untuk hal-hal yang telah dilakukan tadi malam. Kini hanya melanjutkan saja apa yang telah terjadi pada malam sebelumnya. Yang dilakukan adalah, dengan tubuh telanjang, langsung tidur disamping adik gue serta langsung pelan-pelan menurunkan shortnya. Ada sedikit pergerakan darinya, namun semacam antara sadar serta tidak sadar.

Setelah shortnya dilucuti, jemari gue menekan tahap vagina yang ditutupi cd-nya. Ada sedikit gerekan menggelinjang. Serta saat ini tiba saatnya untuk untuk menciumi lehernya yang tidak terlindung sembari naik perlahan kearah bibirnya. Tidak ada perlawanan. Malah sepertinya ketika bibir gue tiba di bibirnya, dirinya telah membuka bibirnya dengan otomatis menjulurkan lidahnya. Tunggu apa lagi.

Langsung melumat bibirnya sembari tangan kembali meremas payudaranya yang tertutup kaos. Tidak sabar lagi, gue langsung menindih tubuhnya dengan tubuhku serta semacam biasanya meletakkan posisi penis cocok diatas vaginanya sambil menggesekkannya meski tertutup cd-nya. Gue suka dengan gaya yang bikin penasaran ini.

Karena kemudian adik gue bakal mulai menggoyangkan dengan pelan tubuhnya serta tanpa membuang waktu gue langsung membuka kaos serta bra-nya. Gue telah telanjang bulat dari pertamanya tapi dirinya tetap tersisa cd serta tugas gue selanjutnya merupakan memastikan bahwa dirinya bakal benar-benar basah hingga becek jadi penelusuran lubang vagina oleh penis gue bakal berjalan lebih nikmat dari pada malam sebelumnya.

Dan semacam strategi gue sebelumnya, gue tidak bakal sempat mau membuka cd wanita sebelum dirinya terbukti mengharapkan untuk dilucuti, bahkan lebih keren lagi kalau dirinya sendiri yang melucuti.

Jadi yang gue perbuat merupakan menggerayangi tubuhnya dengan lidah basah sembari tangan terus meremas-remas payudaranya. Memastikan bahwa kedua puting payudaranya menjadi keras merupakan pekerjaan susah. Padahal menurut pengalaman, disitulah letak seorang wanita benar-benar birahi. Terkadang kami sentuh tahap kiri, mengeras tapi tahap kanannya tidak serta begitu sebaliknya.

Gue tidak mau menggarap seorang wanita sebelum dirinya betul-betul menginginkannya. Serta ketika semua telah berjalan dengan sesuai rencana. Jadi gue membisikkan kalimat:”Kita wajib pindah ke lantai, ‘de…” Sebetulnya ini merupakan permintaan yang beresiko, sebab alam bawah sadarnya kembali terjaga jadi dirinya bisa saja menolak pindah. Tapi gue terbukti benar-benar telah memperhitungkan segala sesuatu dengan cermat.

Gue tidak mau lagi hebat-hebatnya bergoyang serta terganggu oleh sebab bunyi derit tempat tidur yang bisa membangunkan kakak serta keponakan gue. Langsung gue melemparkan selimut serta bantal kebawah lantai serta menariknya turun kebawah.
Dia hanya menurut saja serta itu merupakan anugrah. Jadi dengan beralaskan selimut saja, mesikipun kerasnya lantai tidak mengurangi semangat kami berdua untuk mengawali petualangan yang lebih canggih dari sebelumnya. Serta itulah yang terjadi: gue langsung kembali mencium bibir serta melumat lidahnya.

Menindihnya dengan tubuh gue yang langsung menyelipkan ****** diantara kedua pahanya. Menggesekkannya dengan lembut sembari tangan memainkan payudara beserta putingnya.

Dalam hati gue bersyukur juga, menikmati tubuh mulus adik gue ini semacam sebuahmukjizat. Mana sempat ada pengalaman bisa mengadakan hubungan seks dengan keluarga sendiri, meskipun itu hanyalah adik tiri. Sepertinya takut dosa telah tidak ada lagi. Yang ada hanyalah nafsu yang berkobar untuk menggarap tubuhnya ini dengan aspirasi untuk memberikannya kepuasan yang tidak terkira.

Mungkin sebab sebelumnya telah masturbasi, jadi permainan gue agak sedikit lembut serta penis berdiri tidak begitu kencang. Serta ini sangat menguntungkan gue sebab gue jadi bisa mengendalikan permainan. Yang terjadi adalah, adik gue memburu dengan sedikit malu-malu sementara gue semacam berkesan jual mahal.

Tapi hingga kapan ini bakal bertahan? Ketika tiba saatnya ketika gue mulai melucuti perlahan cd adik gue ini kebawah, nafsu birahi gue seakan tiba-tiba muncul. Entah kenapa gue bertindak liar dengan luar biasa cd itu dengan gigi gue kebawah serta kemudian langsung mengarahkan lidah gue kearah vagina adik gue.

Gue hanya menciumnya sesaat, sebab terbukti bukan ciri gue untuk menjilat vagina wanita, gue hanya mau memastikan bahwa vaginanya lumayan pelumas untuk segera ditancapkan penis gue kedalamnya. Tapi itulah gue, rutin membikin wanita penasaran.

Gue tetap hanya menyenderkan penis gue keatas vaginanya tanpa bermaksud memasukkannya sementara gue pura-pura sibuk untuk mengulum bibir serta lidahnya sambil mendekap tubuhnya dengan kedua tangan gue.?
Justru adik guelah yang sibuk menggoyangkan tubuhnya supaya ****** gue bisa menghujam kemaluannya. Serta gue tidak membiarkan dirinya berlama-lama melakukan itu sebab gue kemudian berbisik kepadanya:”Kamu mau ‘de..” dengan tenangnya gue bertanya. Semacam tersekat ditenggorakan jawabannya:”Terserah kakak…”?

Inilah saatnya gue menunjukkan terhadap adik tirinya, siapa gue sebenarnya. Dengan sigap gue kini memegang ****** gue dengan jari gue serta mulai membelai-belai permukaan vaginanya dengan penis gue. Itu sangat membikin wanita manapun bakal bergairah untuk mengeluarkan lebih tidak sedikit lagi pelumas cairannya.

Dan erangan yang keluar dari adik gue terus membikin gue semangat untuk terus menggesek-gesekan ****** gue di atas permukaan vaginanya. Ketika dirasa lumayan licin, mulai pelan-pelan gue dorong ****** ini dengan tangan gue masuk kedalam vaginanya.

Itu lumayan untuk membikin tubuh adik gue terdorong kebelakang sebab mungkin sakit serta nikmatnya bergabung menjadi satu. Kalau telah begitu gue bakal luar biasa kembali keluar ****** gue serta kemudian memasukkannya kembali perlahan. Kembali tubuh adik gue terdorong kebelakang namun kini telah tidak sekeras sebelumnya.

Dalam hati gue, ini wajib menjadi lebih baik dari pada malam sebelumnya. Lalu dengan cara konstan, gue mulai memasuk-keluarkan ****** gue kedalam setengah lubang vaginanya, hanya untuk memancing supaya cairan pelumasnya terus keluar dengan lancar. Itulah yang terjadi berbagai saat kemudian, ketika gue mulai merasakan bahwa lubang ini telah mulai lancar untuk terus dipompa keluar masuk ****** gue.

Akhirnya gue melepas jari gue dari ****** serta membiarkan ****** gue mencari sendiri akses lobang kedalam vagina adik gue serta kini saatnya tangan gue bakal memindahkan sentuhannya ke payudara adik gue. Sambil memeras payudaranya, gue dengan cara perlahan menggenjot pantat gue naik turun membenamkan ****** gue kedalam memeknya.

Bisa dipastikan terjadi erangan yang lebih canggih dari sebelumnya keluar dari mulut adik gue, namun dengan sigap gue tutup kepalanya dengan bantal supaya erangannya tidak terdengar. Dari yang pertamanya tetap seret, namun lama kelamaan telah mulai lancar masuk keluarnya ****** gue didalam memek adik gue ini.
Ini pasti saja bakal membikin gue untuk terus menuntunnya kepermainan yang lebih nikmat lagi. Serta dimulailah gue membawa satu kakinya untuk disilangkan serta gue juga menyilangkan kaki gue untuk mengajarkan padanya ******* dengan gaya bintang.

Gue suka banget gaya ini serta gue mau adik gue merasakannya juga. Gue merasa gaya ini betul-betul bisa menjebloskan seluruh ****** kami kedalam memek wanita yang kami garap. Adik gue hanya menurut saja permintaaan gue dengan tatapan yang aneh. Gue tetap risih melihata tatapannya tapi selagi dirinya tetap bersedia untuk digarap, gue tidak perduli.

Maka selanjutnya yang terjadi adalah, gue mengocok seluruh tubuh gue dengan gaya bintang kedalam memeknya. Pasti saja hari ini dirinya bukan lagi mengerang dibuatnya namun telah sedikit berteriak. Gue terganggu dengan teriakannya jadi gue menurunkan tempo goyangannya namun yang terjadi justru dirinya yang mengocoknya dari bawah sembari menutup sendiri mulutnya dengan kedua tangannya supaya teriakan yang keluar tidak terdengar.

Gila, gue bener-bener horny kini kalau membayangkan apa yang terjadi pada waktu itu. Permainan dengan seorang perawan rutin mengejutkan pada kali yang kedua. Namun yang lebih mengejutkan disini merupakan gue memerawani adik gue sendiri. Gilanya kami bisa bersetubuh hingga berjam-jam malam itu, hingga dirinya bertanya, apakah semua cowo semacam ini kuatnya. Gue hanya tersenyum tanpa memberitahu bahwa rahasianya merupakan gue telah masturbasi sebelumnya, makanya tidak muncrat-muncrat pada malam itu.
Itu nyatanya sangat berkesan didalam dirinya, jadi kemudian, diwaktu-waktu selanjutnya setiap ada peluang yang memungkinkan kami berdua melakukan tindakan bobrok ini tanpa ragu-ragu lagi. Bahkan pernah, ketika kami berdua mengikuti camping bersama disuatu tempat, pada siang hari kami ******* di dalam tenda tanpa ada yang mengetahui. Siapa yang mau curiga, kalau mereka tahu si Bella merupakan adikku sendiri.

Seorang adik tiri yang akhirnya menjadi gila seks sebab diajarkan berbuat nafsu bobrok itu oleh kakaknya sendiri yang berawal dari sentuhan di telinga.

Jumat, 27 Februari 2015

Cerita Dewasa Kupuaskan Birahi Istri Sahabatku

 vidio sex

Hendro adalah suami Airin sahabat istriku dia baru pulang dari LA dan kebetulan adikku titip barang buatku, sudah hampir 10 hari Airin menilponku untuk mengambil barangnya tetapi aku masih belum sempat juga, sampai tadi pagi Hendro sendiri yang meneleponku, aku jadi sungkan maka kuputuskan untuk mengambilnya siang ini. Rumah Hendro yang di Kemang ini letaknya agak ujung meski demikian, halaman rumahnya sangat luas dan menyenangkan sekali. Ketika aku sampai dirumahnya, tak kulihat Mercy Hendro yang biasanya parkir digarasinya. Yang ada hanya BMW putih milik Airin serta sebuah jip Pajero yang diparkir agak jauh dari halaman. Dengan bersiul siul aku turun dari mobil dan menuju pintu masuk rumah Hendro, kulihat pintu itu tertutup dan tak seorangpun yang nampak. Kupencet bel dipintu, tapi tak seorangpun yang keluar, bila ada mobil didepan, berarti mestinya ada orang didalam rumah itu, aku menduga pasti Airin sedang sibuk dikamarnya sehingga tak mendengar kedatanganku. Karena sudah seringkali berkunjung jerumah ini, maka aku langsung saja menuju pintu belakang untuk mencari orang yang ada dirumah, karena Hendro sudah bilang kalau dia atau Airin tak ada, maka paketnya akan dititipkan pada yang dirumah. Benar dugaanku, pintu belakang terbuka, tetapi didalam senyap sekali, hanya sayup sayup kudengar suara musik dari dalam. Aku jadi kuatir, apakah terjadi sesuatu dengan Airin, dengan pelan pelan aku masuk dan mencari sumber suara itu. Rupanya suara itu datang dari salah satu kamar diruang atas, maka aku segera naik keatas yang kuketahui sebagai kamar pribadi Hendro dan Airin.Dengan langkah pelahan aku menuju sumber suara musik yang lembut itu, kulihat pintunya tidak ditutup rapat sehingga suara musik itu dapat terdengar sampai diruang bawah. Ketika kuintip dari celah pintu yang terbuka, aku tak dapat melihat apa apa, karenanya aku mendorong pintu itu lebih lebar lagi agar aku dapat melihat apa yang ada dalam kamar itu…….. Aku benar benar terkejut ketika aku berhasil melihat kedalam kamar itu….kulihat Airin yang telanjang bulat sedang berpelukan dengan seorang pria yang masih berpakaian lengkap. Aku belum dapat melihat wajah si pria, tetapi dari bentuk badannya dapat kuperkirakan bahwa pria ini masih sangat muda dan berperawakan tinggi. Pria itu asyik sekali menciumi buah dada Airin yang putih montok itu, aku berdebar debar menyaksikan semua ini, tak kusangka bahwa Airin yang selama ini kelihatannya alim ternyata suka menyeleweng, memang selama ini aku sering juga membayangkan kecantikan Airin, tubuhnya tinggi besar dengan profil seperti perempuan India, kulitnya putih bersih dengan badan yang agak sedikit kegemukan, tetapi wajahnya cantik sekali dengan mata yang sayu dan bibir yang selalu basah, cantik sekali. Apa yang kulihat saat ini membuktikan kalau seleraku pada Airin tidak keliru, badan Airin benar benar mulus, meskipun perutnya agak gendut dan pinggangnya lebar, tetapi jembutnya amit amit lebat sekali menutupi nonoknya sampai mencapai pusarnya, belum lagi ketiaknya rimbun sekali. Si pria itu dengan telaten menciumi buah dada Airin serta meremas remasnya dengan kalem sekali, dari jauh kulihat lidahnya menjulur julur menjilati puting susu Airin dan terus bergerak kebawah sampai kepusar Airin, diantara suara musik kudengar erangan Airin yang merasa keenakan dengan rangsangan yang diberikan oleh pria muda itu. Aku mengagumi ketelatenan pria itu, karena ia benar benar kalem, karena semua gerakannya yang serba tenang itu pastilah membuat Airin jadi tambah bernafsu. Ketika ciuman sipria itu mencapai bagian selangkangan Airin, kudengar Airin merintih agak keras, rupanya sipria itu mulai menjilati nonok Airin yang sudah merekah penuh dengan cairan itu. Jilatannya sungguh membuat aku terkagum kagum, ia dengan tenang mengangkat kedua kaki Airin tinggi tinggi sehingga nonok Airin jadi terangkat keatas, kemudian pria itu mengambil bantal dan mengganjalnya dibawah pantat Airin. Dengan posisi seperti itu ia mulai menjilati belahan nonok Airin sampai kelubang dubur Airin. Airin kulihat hanya bisa menggerak gerakkan pantatnya saja, rupanya ia benar benar kegelian oleh service yang diberikan oleh sipria itu. Mendadak Airin berusaha untuk bangkit, si priapun lalu mendekati Airin yang membisikkan sesuatu ketelinganya. Mendengar itu sipria yang ternyata seorang anak muda dengan wajah yang tampan sekali lalu tersenyum dan mulai membuka pakaiannya. Aku jadi tambah kagum dengan anak muda yang bersama Airin ini, karena ternyata kontolnya juga hebat meskipun kuperkirakan tidak sepanjang kepunyaanku, tetapi bentuknya kekar dan ujungnya yang pelontos kelihatan lebih besar dari batang kontolnya sehingga menyerupai jamur. Begitu ia sudah telanjang dengan ****** ngaceng yang mendongak keatas,ia segera mendekati Airin yang sudah berbaring terlentang itu, kemudian ia mendekatkan kontolnya kedekat wajah Airin sementara ia sendiri mendekatkan wajahnya kedekat nonok Airin. Dengan posisi tersebut keduanya bebas untuk saling menikmati alat kelamin pasangannya. Benar saja, dengan rakus Airin memasukkan ****** sipria tadi kemulutnya dan menghisapnya sambil memejamkan mata, sementara sipria kembali lagi asyik dengan menjilati nonok Airin yang menganga itu. Aku lebih tertarik dengan cara sipria itu menjilati nonok Airin, karena kulihat lidahnya yang panjang itu menjulur masuk kedalam liang nonok Airin dan bukan sekedar menjilati tepi tepi nonok Airin yang sudah membengkak itu. Kulihat itil Airin justru dibiarkannya menganggur sehingga kadang kadang justru Airin yang mengulurkan tangannya untuk menggosok itilnya sendiri. Benar benar hebat anak muda itu, kontolnya yang lurus itu dengan lancar masuk kedalam mulut Airin dan ketika dikeluarkan, Airin menarik kulitnya kebawah sehingga ujungnya yang seperti topi baja itu terbuka lebar, dengan guratan yang dalam memisahkan ujung ****** dengan batangnya. Dipusat rasa geli itulah Airin menjulurkan lidahnya dan menjilatinya berulang ulang sampai sipria itu menggeliat geliat menahan geli. Aduh betul betul gila yang dilakukan orang orang ini, aku sudah tak kuat menyaksikan semua ini, kontolku yang ngaceng sampai terasa sakit karena terjepit celanaku, tetapi aku tak dapat berbuat apa apa kecuali melihat saja. Hebatnya mereka betul betul menikmati permainan pendahuluan ini, karena sampai sebegitu lama belum kelihatan gelagatnya mereka akan mulai bersetubuh yang sebenarnya. Aku makin yakin kalau Airin adalah seorang hyperseks, aku merasa benar benar kecolongan, karena tak pernah kusangka kalau Airin begitu hot dan akhli dalam hubungan seks. Isteriku yang selama ini kuanggap jago, ternyata masih belum ada seujung kuku dibanding dengan Airin, padahal bila dilihat dari posturnya, maka isteriku adalah seorang seks maniak, karena isteriku agak bungkuk dan aku diam diam juga tahu kalau isteriku juga suka main dengan pria lain, tetapi selama ini aku diam saja karena teman mainnya rata rata orang yang dari kalangan atas dan aku yakin kemampuan mereka tidak diatasku. Kenapa isteriku kok mau main main dengan mereka, penyebabnya hanya satu, isteriku juga menyukai avontuur, jadi hubungan seks yang sifatnya curi curi itu sangat disukai oleh isteriku. Akupun juga suka seks seperti ini, tetapi sampai saat ini aku dan isteriku belum pernah saling terbuka, mungkin kalau kami bisa terbuka maka makin banyak kenikmatan yang bisa aku reguk. Lamunanku jadi buyar ketika kulihat Airin berdiri sambil melap nonoknya dengan sehelai handuk, sementara si pria itu berdiri juga disampingnya sambil memperhatikan semua gerakan Airin. Selesai membersihkan nonoknya Airin berjongkok didepan sipria dan mulai lagi mengulum ****** si pria itu, dari kejauhan kulihat si pria memegang kepala Airin yang sudah menelan habis batang kontolnya itu. Rupanya Airin hanya sekedar membersihkan ****** sipria itu agar tidak berlendir karena setelah itu ia mengeluarkan ****** si pria itu dan langsung memeluk sipria sambil berdiri serta mengangkat kaki kirinya keatas tempat tidur. Dengan posisi seperti itu, si pria muda menggenggam kontolnya sendiri dan menepatkannya diantara selangkangan Airin, setelah dirasakan sudah masuk Airin langsung mengangkat kedua kakinya dan melingkarkan kepantat sipria sementara dari belakang kulihat ****** sipria itu lenyap diantara selangkangan Airin. Dengan sambil memegang pantat Airin dan Airin merangkulkan tangannya dipundak keduanya asyik berciuman. Aku benar benar tak tahan, aku pergi menjauh dari kamar itu dan mengeluarkan handphone untuk menghubungi Airin dikamarnya itu, aku sudah benar benar nekad ingin ikut nimbrung dalam permainan itu, dan aku sudah tidak memikirkan akibatnya lagi,rasanya apapun yang terjadi aku akan hadapi yang penting ngacengku ini bisa hilang. Dari kejauhan kudengar tilpon Airin berdering, tetapi tidak juga diangkat, aku yakin bahwa Airin sedang menguber kenikmatan jadi dia agak acuh dengan dering tilpon itu, tetapi aku tak mau kalah aku juga terus menunggu… Akhirnya telepon itu diangkat juga, jantungku dag dig dug karena tegangnya, “Hallo….siapa ya ?” kudengar suara Airin yang agak serak dan mendesah. Aku yakin Airin menerima tilponku itu sambil terus bersetubuh, ” Airin ya…ini aku Roy, kenapa sih kok lama menerimanya ?” “Oh Roy, maaf aku sedang dikamar mandi, ada apa Roy, apa kamu mau ambil paket dari LA ?” Dalam hati aku tertawa mendengar kebohongan Airin itu, “Nggak Rin, kok rasanya suaramu aneh sepertinya kamu sedang menikmati sesuatu gitu lho” Sambil berbicara begitu aku kembali mendekati pintu kamar tadi, ketika kuintai benar dugaanku, tubuh Airin masih bersatu dengan tubuh sipria itu, tetapi sekarang posisinya lain, sipria itu berbaring sementara Airin duduk dipangkal pahanya, aku yakin bahwa saat itu ****** sipria terbenam dalam nonok Airin. Mendengar perkataanku Airin tertawa ” Menikmati apa Roy ?” Barangkali aja kamu sedang main dengan Hendro ya ?” Airin tertawa dan berkata lagi “kamu ini ada ada saja Roy”, aku lalu menjawab dengan agak berbisik ” Rin, aku sebenarnya sudah dalam rumahmu, aku sudah lihat kamu main main sama cowok dikamarmu, aku sekarang nunggu kamu dikamar sebelah, cepetan deh” Tanpa menunggu jawaban Airin, tilpon kututup dan aku masuk kekamar sebelahnya dan menunggu dengan berdebar debar. Lebih dari lima menit Airin tidak juga kunjung muncul, aku jadi berpikir apakah dia menyelesaikan hajatnya terlebih dahulu ataukah dia lagi bingung menyuruh sicowok itu untuk pergi. Tapi aku yang sudah terangsang nggak karuan ini langsung aja mencopot celana panjangku dan dengan separuh telanjang karena bajuku masih kupakai aku duduk dikursi sambil mengelus elus kontolku yang rasanya jadi tambah panjang dari biasanya itu. Saat itulah pintu kamar terbuka dan Airin masuk kekamar itu, wajahnya pucat pasi dan gemetaran, Airin hanya memakai duster yang kelihatan sekali kalau didalamnya dia tak memakai apa apa, karena kulihat susunya bergerak gerak ketika ia berjalan. Airin dengan wajah pucat mencoba untuk tersenyum melihat aku yang separuh telanjang itu. Tanpa banyak bicara aku langsung berdiri dan mendekati Airin, aku langsung merangkul Airin dan menciumnya. Airin diam saja, entah karena perasaan takut atau bagaimana, aku tak perduli aku langsung membuka dusternya sambil bertanya, “Dimana anak tadi Rin ?” Airin tak menjawab, begitu duster Airin terbuka benar dugaanku Airin tak memakai apa apa dibalik duster itu, aku langsung mengulum pentil susunya yang coklat itu dan tangannya kubimbing agar memegang kontolku yang panas itu. Airin tetap diam saja, kudorong Airin keatas tempat tidur yang ada dikamar itu dan begitu ia sudah terbaring langsung kukuakkan pahanya dan kucobloskan kontolku. Tiba tiba saja Airin berkata “Roy apa cukup masuk dipunyaku, hati hati lho ” Aku membatalkan untuk memasukkan kontolku langsung, lalu aku mengambil ludah dengan jariku untuk kuoleskan keujung kontolku, setelah kulihat basah dan licin barulah kumasukkan lagi diantara bibir nonok Airin yang membengkak itu. Kulihat Airin memejamkan matanya sambil menggigit bibir, sekali sentak kontolku amblas masuk kedalam liang nonok Airin. Saat itulah Airin merintih dan secara refleks tangannya memelukku, kubalas pelukannya dan kucium bibir Airin yang tebal dan merekah itu, sengaja aku membiarkan kontolku mentok terbenam didasar nonoknya karena aku menunggu agar dia yang menggoyangkan pantat untuk merasakan enaknya kontolku, aku hanya menciumi dan menggigiti bibirnya sambil tanganku meremas remas susunya yang kenyal dan montok itu, benar saja tak lama kemudian mulai kurasakan goyangan pantat Airin berusaha untuk menepatkan ujung kontolku dibagian yang paling sensitif didalam nonoknya, awalnya pelan pelan kurasakan ujung kontolku digosok gosok dinding rahim Airin, lama kelamaan gosokan itu makin keras dan akhirnya menggila karena Airin yang sudah hilang sungkannya sekarang benar benar menggoyang pantatnya agar supaya terasa nikmatnya, aku sendiri begitu melihat Airin sudah bereaksi langsung kupacu kontolku dengan gerakan memutar juga untuk mengimbangi Airin, seperti dugaanku, nonok Airin tidak terlalu peret, bahkan boleh dikatakan longgar, namun nikmatnya berpetualang menyebabkan persetubuhan ini benar benar terasa lain, apalagi Airin sangat pandai membuat ujung kontolku seperti digerus setiap kali mentok didasar nonoknya. Kami sama sekali tak ada niatan untuk berganti posisi karena yang kami kejar hanyalah puncak kenikmatan yaitu memancarnya air mani kami secara bersamaan. Suara kontolku yang keluar masuk diliang berkecipak karena liang Airin sudah penuh dengan lendir yang membuat liang Airin jadi becek nggak karuan. Airin sendiri yang sudah seperti orang kesurupan tanpa sungkan menjilati dadaku dan kadang kadang menggigit pundakku, rasa geli yang mengumpul diujung kontolku membuat aku jadi tak tahan lagi, dengan melenguh keras kusemprotkan air maniku sementara itu Airin sendiri juga mencengkeram pundakku dan menjepitkan kedua kakinya kepahaku, dia juga mencapai puncak kepuasannya. Kubiarkan saja Airin yang kelelahan terbaring lemas sambil memejamkan matanya, kuperhatikan cuping hidungnya penuh dengan bintik keringat, wajahnya yang cantik membuat penampilannya sangat anggun, aku tak tahu apa yang terjadi dalam rumah tangganya, apakah Hendro tahu semua ini, dan mengapa Airin begitu berani memasukkan laki laki disiang hari bolong seperti ini, kenapa tak ada yang dikhawatirkannya, aku menduga pasti ada sesuatu yang misterius dirumah ini, tetapi aku tak perduli, karena urusanku hanyalah dengan Airin sendiri dan kalau boleh dikatakan lebih khusus lagi dengan nonok Airin yang membuat birahiku jadi naik itu. Ketika membuka matanya, wajah Airin langsung merona merah, dia sangat malu kepadaku dengan semua ini katanya “Roy, kamu jangan bilang pada Hendro ya, aku malu sekali lho” Aku tak menjawab hanya kucium bibirnya yang tebal dan merangsang itu. Airin berkata lagi ” Tak nyana lho Roy kalau kamu mendadak muncul, bikin aku jadi kaget sekali ” “Roy kapan kapan kita keluar saja ya, apakah Novie juga mengerti kalau kamu jagoan seperti ini ?” Aku hanya tersenyum saja ” Ayo deh aku pulang dulu ya, entar kalau Hendro datang bisa gawat nich, kemana cowok tadi Rin ?” Airin menjawab kalau cowok tadi sudah disuruhnya pulang. Airin langsung berdiri dan memakai dusternya serta mengantarku kedepan. Aku sengaja tak mau bertanya macam macam, tetapi aku percaya bahwa Airin juga tahu kalau Hendro juga suka main perempuan jadi scorenya draw. Aku menaiki mobilku sambil tersenyum sendiri karena teringat akan pengalamanku sendiri dengan Novie isteriku.

Cerita Dewasa Pelajaran Sex Untuk Anak Tetangga

 vidio sex
Kejadian ini terjadi di pertengahan bulan Januari 2004. Malam itu aku pulang lebih malam dari biasanya. Rapat di kantor yang berkepanjangan dan bertele-tele membuat aku cape setengah mati. Masuk ke kamar tidurku, aku membuka jas kantorku disusul dengan melorotkan rokku dan menjatuhkannya ke lantai begitu saja. Sambil berjalan ke arah lemari pakaian, aku membuka kancing-kancing blusku. Tepat di depan lemari pakaian aku melepaskan blusku dan menjatuhkannya ke lantai pula. Aku membuka lemari pakaianku. Sejenak aku memilih-milih pakaian dalam yang akan aku pakai. Akhirnya pilihanku jatuh pada celana dalam satin tipe thong warna kuning muda dan bra tanpa tali bahu yang berwarna sama. Kulemparkan celana dalam dan bra ke atas tempat tidurku. Setelah itu, aku menuju ke kamar mandi yang terletak di dalam kamarku. Di dalam kamar mandi, aku membuka celana dalamku yang berwarna putih dan bra yang berwarna sama yang kukenakan sejak pagi. Kubiarkan saja tergeletak di lantai kamar mandi. Aku segera masuk ke dalam tempat shower dan mandi. Hanya dengan mandi yang bersih yang bisa mengusir segala kepenatanku seharian di kantor. Saat menyabuni badanku, aku menyabuni bagian payudara dan vaginaku agak lama. Aku menikmati sensasi saat kedua bagian tubuhku itu tersentuh, walaupun oleh tanganku sendiri. Tak lama kemudian acara mandiku berakhir. Aku kemudian keluar dari tempat shower dan menggapai handuk yang selalu tergantung di belakang pintu kamar mandiku. Dengan handuk itu, aku mengeringkan tubuhku. Kembali ke kamar tidur, aku kemudian mengambil pakaian dalam yang di taruh di atas tempat tidur dan kupakai. Setelah itu, handuk yang kupakai kuhamparkan di sandaran kursi yang ada di kamarku. Aku membaringkan diriku ke atas tempat tidur. Bagian tubuhku yang tidak terutup oleh bra dan celana dalam yang kupakai, langsung menyentuh lembutnya sprei tempat tidurku. Aku memutuskan untuk beristirahat. Saat baru saja hendak terlelap, aku mendengar suara bel pintu. Aku kemudian bangkit dari tempat tidurku dan menggapai jubah tidur satinku yang berwarna merah muda yang tergantung di balik pintu kamarku. Sambil berjalan ke arah pintu depan, aku memakai jubah tidurku dengan terburu-buru. Hal ini tentu saja menyebabkan pada bagian dada tidak tertutup dengan rapi. Langkah-langkah kakiku menyebabkan celana dalamku terlihat dari belahan jubah tidurku yang panjangnya hanya sepaha. Aku tidak perduli, aku hanya berpikir siapa yang datang. Saat aku membuka pintu, aku melihat seorang anak laki-laki berumur 14 tahun. Dia adalah anak dari tetangga di depan rumahku. Ditangannya dia membawa sebuah kotak. Pertama-tama sepertinya dia terkejut melihat penampilanku sebab dia bisa melihat sebagian bra yang tidak tertutup oleh jubah tidurku. "Ryan, ada apa, sayang?" tanyaku. Dengan agak gelalapan dia menjawabku, "Anu Tante, ini ada titipan dari Mama.." "Apa ini? ", tanyaku. Sambil menyodorkan kotak yang dibawanya, dia berkata, "Cuma kue saja." Aku kemudian mengambil kotak itu dari tangannya dan mempersilahkan dia masuk. "Mama kemana?", tanyaku. "Keluar sama papa. Mungkin agak malam baru pulang, soalnya mau ngurusi pesta" "Pesta apa?" "Perayaan ulang tahun perkawinan yang ke 25" "Oh begitu.." Aku kemudian mempersilahkan dia duduk di kursi ruang keluargaku. Aku kemudian mengambil air dari dapur dan membawanya keluar. "Ini silahkan di minum.." "Terima kasih, Tante.." Aku tersenyum kecil, sebab sewaktu aku menaruh air tadi ke meja, aku melihat kalau matanya melirik ke dalam jubah tidurku, tepat ke arah buah dadaku yang tertutup oleh braku. Diam-diam aku berencana untuk menggoda anak ini. Aku kemudian duduk di sebelahnya. Sejenak kemudian, anak itu aku ajak berbincang-bincang. Sebetulnya anak itu duduknya tidak tenang, tetapi aku pura-pura tidak memperhatikannya, sampai suatu ketika dia berkata, "Anu Tante, bra Tante bagus ya.." Aku tersenyum kecil. Dalam hatiku aku bersorak gembira. Anak ini memperhatikanku. "Memangnya bra Mamamu tidak bagus? ", tanyaku. "Ngak sebagus punya Tante" "Lho, pernah ngintip Mamanya ya..," godaku. Dengan muka yang agak kemerahan dia berkata, "Bukan gitu kan tahu dari jemuran.." "Kalau gitu cuma tahu branya aja? Celana dalamnya?" "Celana dalam juga" "Kalau gitu bagusan mana dengan punya Tante?" Aku kemudian mengangkat sedikit jubah tidurku. Celana dalamku terlihat dengan jelas oleh anak itu. Dengan muka yang tambah merah, Ryan menjawab, "Punya Tante jauh lebih bagus. Punya Mama potongannya biasa saja. Warnanya pun paling putih. Punya Tante bagus sekali .." Aku tersenyum dan terus bertanya, "Pernah lihat Mama hanya pakai bra sama celana dalam?" Anak itu menggeleng, "Belum .." "Mau lihat kalau Tante yang pakai?" Anak itu menganggukkan kepalanya. Aku segera berdiri. Sambil tersenyum aku melepaskan jubah tidurku. Kini di depannya aku hanya mengenakan bra dan celana dalam saja. "Bagaimana? .." "Tante kelihatan cantik. Kayaknya Mamanya Ryan kalah deh" "Hush .. masa Mamanya Ryan kalah?" "Benar, Tante.. Tante cantik sekali.." Aku kembali duduk di sofa. Kali ini aku bertanya lebih berani, "Kamu pernah lihat payudara yang tidak tertutup bra?" "Ngak pernah" "Mau lihat?" Dengan muka memerah, dia mengangguk kecil. Sambil tersenyum aku melepaskan kait braku. Setelah lepas, braku kuhamparkan di samping sofa. Payudaraku terpampang untuknya. Mulut anak itu terngangga sedikit. "Tante betul-betuk cantik", hanya itu komentarnya. Matanya terus saja menggerayangi kedua payudaraku. Aku tambah nakal, lalu bertanya, "Mau Tante telanjang sekalian?" Dia mengangguk pula. Aku melepaskan celana dalam yang kupakai. Setelah itu, kubuka kedua kakiku. Vaginaku beserta bulu-bulunya terlihat olehnya. Kini seluruh tubuhku bebas dinikmati oleh anak itu. Matanya tak henti-hentinya melalap semua bagian tubuhku. Sebentar-sebentar terlihat sepertinya dia tidak tahan untuk tidak menyentuh tubuhku, tetapi karena dari aku tidak ada tanggapan, maka dia hanya bisa menahan saja. Setelah agak lama, aku kembali berusaha mencairkan suasana dengan obrolan yang lain. Mungkin karena tubuhku dalam keadaan telanjang, anak itu sepertinya kurang menanggapi. Akhirnya setelah beberapa saat, aku mengingatkannya agar segera pulang. Aku mengambil kembali celana dalam, bra dan jubah tidurku dan memakainya kembali di depan anak itu. Saat hendak keluar pintu, anak itu berkata kepadaku, "Tante, terima kasih ya. Tante betul-betul cantik" Aku tersenyum saja. Dia meneruskannya, "Maukah Tante merahasiakannya untuk kita berdua saja?" Sambil tersenyum aku mengangguk. Anak itu tersenyum juga. Dengan langkah yang riang, dia kembali ke rumahnya. Aku segera mengunci pintu dan kembali ke kamarku. Aku kembali melepaskan jubah tidurku. Hanya dengan mengenakan bra dan celana dalam, aku membaringkan tubuhku ke tempat tidur. Peristiwa tadi membuat aku sangat gembira sekaligus terangsang. Aku kemudian mengambil penis dari karet dari laci tempat tidurku. Aku membuka bra dan celana dalamku dan membaringkan tubuhku yang telanjang kembali ke ranjang. Penis karetku kumasukan ke liang vaginaku dan kugerakkan maju mundur. Pikiranku kupenuhi dengan adegan dimana aku menelanjangi diri di depan anak itu. Nafsuku yang semakin memuncak akhirnya membuatku orgasme. Setelah mengalami orgasme berkali-kali, aku serasa tidak punya tenaga untuk melakukan apa-apa lagi. Dengan tubuh telanjang yang terkulai lemas dan penis karet yang tertancap di liang vaginaku, aku tertidur dengan pulas sampai pagi. Sejak hari itu, anak tetanggaku selalu ke rumahku bila kedua orang tuanya pergi. Tentu saja setiap kali datang, aku selalu memamerkan pakaian dalam yang aku pakai dan tubuh telanjangku. Pernah satu dua kali aku membiarkannya melihatku sedang mandi. Selain itu, anak itu mulai berani meminjam pakaian dalamku untuk dipakai dan dimainkan. Kalau bertamu ke rumahku, dia akan meminjamnya dan memakainya selama di rumahku. Saat pulang, barulah dia memakai kembali pakaiannya. Tentu saja biasanya pakaian dalam yang dipakainya ikut dipakai ke rumah juga. Biasanya dikembalikan saat bertamu berikutnya. Aku memikirkan kalau bisa aku ingin memotret anak itu dengan memakai pakaian dalamku. Pasti terlihat sexy dan lucu. Selain untuk masturbasi di kamar, dia mengaku kalau sering memakainya ke sekolah apalagi saat ujian, pikirannya lebih encer. Aku sendiri agak heran juga, bagaimana kalau teman-temannya mengetahui dia pakai bra di balik seragamnya, tetapi sepertinya dia bisa menyiasatinya. Aku sangat senang kalau ternyata anak itu betul-betul mengagumiku, apalagi dia mau memakai pakaian dalamku. Aku tidak merasa jijik dengan laki-laki demikian, sebaliknya aku malah merasa senang. Anak itu paling menyukai kumpulan g-stringku, tetapi aku tidak mengijinkannya untuk dipakai, sebab harganya mahal. Bagaimanapun juga aku takut jika g-stringku menjadi rusak karena dipakai olehnya. Tentu saja gaun dan jubah tidur tidak boleh juga. Koleksi string bikiniku yang bermacam-macam model dan warna adalah yang paling sering dibawa pulang selain celana dalam dan braku yang biasa aku pakai ke kantor sebab string bikini berbahan awet sedangkan pakaian dalam yang kupakai ke kantor tidak terlalu mahal. Dalam hati diam-diam aku berharap suatu saat aku memperoleh kesempatan untuk mencicipinya, tetapi aku tidak boleh terlalu berani. Aku hanya berharap suatu saat dia akan memintaku untuk melayani nafsunya. Biasanya perasaan itu akan memuncak bila aku melihatnya memakai string bikiniku. Aku berharap bisa menyusui anak itu, walaupun tanpa air susu, hehehe.. Aku juga ingin mencoba kemaluannya yang masih tanpa bulu itu baik di mulut maupun di vaginaku. Aku belum pernah mencoba dengan anak yang belum dewasa. Mungkin rasanya akan berbeda, ya?





Jumat, 20 Februari 2015

Bercinta Dibawah Ranjang Rumah Sakit

 vidio sex
Tentu kalian ingat dengan cerita buatan vera yang menceritakan tentang perselingkuhan ku dengan ibunya. Ya, saya arman yang telah di ceritakan oleh vera. Oke saya akan menceritakan kelanjutan hubungan saya dengan ibunya. Ketika itu ayahnya vera jatuh sakit dan terpaksa di bawa ke rumah sakit, dan saya sebagai tetangga yang baik sekaligus nakal(hehe) maka saya menjenguk pak nasrul yang sedang sakit itu. Tetapi seperti yang pembaca tahu bahwa vera sangat membenci saya setelah dia tahu hubungan saya dengan ibunya. Maka saya menjenguk pak nasrul tanpa sepengehtahuan vera, itupun ide dari bu tarmi agar saya tidak bertemu dengan vera. Malam itu setelah saya menaruh sepeda motor saya di parkiran motor yang berada di rumah sakit, maka saya langsung menuju lantai 7 tempat pak nasrul di rawat. Lalu setelah sampai saya melihat bu tarmi yang tak lain juga pemuas nafsu syahwatku ada di dalam kamar sedang memberi makan suaminya. “misi bu.”kataku “oh, dik arman, silahkan masuk dik.”jawab bu tarmi “bagaimana keadaannya pak.”tanyaku kepada pak nasrul “yah sudah lumayan lah dik, daripada kemarin.”jawab pak nasrul “oya pak, ini minum obatnya, terus istirahat.”kata bu tarmi Lalu pak nasrul minum obatnya, setelah itu kami bertiga ngobrol-ngobrol sekitar 15 menit lamanya karena setelah itu pak nasrul pun tertidur. Saya dan bu tarmi duduk di kursi yang berada di samping ranjang pak nasrul, kemudian kami ngobrol2 biasa tapi lama-lama saya horny juga melihat pakaian yang di kenakan bu tarmi malam itu. Bu tarmi hanyai memakai daster motif kembang-kembang dan belahan dada yang lumayan rendah,,ooohhhh benar-benar membuat saya horny berat. Dan itulah yang membuat saya memancing pembincaraan ke arah agak hot. “aduh bu, itu susunya sampe mau tumpah kaya gitu.”kataku sambil melihat ke arah payudaranya “ssstt,,pelan-pelan nanti bojoku(suamiku)bangun.”kata bu tarmi “bu, kocokin dong, aku udah kepengen nih.”bisikku “ihh, ada suamiku ini lho.” “iya tapi kan pak nasrul lagi tidur bu,,ayolah.”kataku Tanpa menunggu persetujuannya maka saya pun langsung menurunkan celana training saya dan mengeluarkan tongkol saya. Kemudian saya bimbing tangan bu tarmi untuk memegang batang tongkol saya. “ahhh..”desahku lirih saat bu tarmi mulai mengocok tongkol saya. Wow benar2 nekad waktu itu, karena di samping kami suaminya bu tarmi sedang tertidur. “aku kangen banged tongkolmu lho dik.”bisik bu tarmi “aku juga kangen memiaw ibu.”jawabku “man, kamu liatin suamiku ya, aku mau ngisep tongkol kamu dulu.”kata bu tarmi Dan diapun mulai mengemut tongkol gw dari bawah tempat tidur. “mmmmpphh,,mmpphhh..”desahnya Lalu tanganku pun mulai menjamah payudaranya dari balik dasternya, wow payudara yang besar, kenyal, putih, sangat nikmat sekali dalam remasan tanganku. Kemudian saya ikut masuk ke dalam kolong tempat tidur dan langsung ku peluk tubuh bu tarmi. “aduh dik arman jangan nekad tho, nanti ada yang liat gimana ?”katanya “udah ibu tenang saja, aku sudah sange banged bu.” “sssshhh,,ahhh..ssshhhh..kamu ini nakal ahhhh…”desahnya lirih Tanganya mengocok tongkol saya dengan gemas, saya pun meremas payudaranya dengan sangat gemas juga. “wis, wis tho dik arman pemanasannya,,cepet masukin tongkolmu,,ahhh.” “iya bu..” Kemudian saya tarik cd nya, dan saya langsung menindihnya. “aduh, kaget aku dik arman, habis nindihnya kaya gitu.”katanya “katanya suruh cepet2.”jawabku “ohhh,,,tongkolmu makin uueenakk,,ahhh,sshhsshh,,dik arman tusuk yang dalem dik.”bisiknya “ohhh,,oohhh iyyaaa buuu..” Kami bergoyang dengan sangat berirama, kami saling berpelukkan dengan sangat erat, dan saya juga tidak henti-hentinya menjilat lehernya, menghisap pentilnya, dll. Pokoknya malam itu bu tarmi saya genjot habis2an. Pak nasrul tidak tahu apa yang terjadi di bawah ranjangnya, istrinya ku genjot habis memiawnya. “ahh,ahhh,ahhh,ahhh,ahhh..”hanya itu yang bu tarmi ucapkan saat ku coblos memiawnya. Sungguh nikmat tubuh bu tarmi ini, lobang memiawnya bisa empot-empot ayam dengan lincah. Permainan kami bertahan sampai 15menit, karena bu tarmi sudah mulai menunjukkan tanda-tanda orgasme. “sshhhh,,ahhh,sshhh,,ahhh, aku mau keluar man.”desahnya goyangan pinggulnya juga makin liar, dan akhirnya serrrrrrr,,serrrrrr,,sseerrrrr,,keluarlah cairan orgasmenya. “uhhh,,uhhhh,,uhh,,kamu belum keluar dik arman.”tanya bu tarmi “iya belum bu, sudah nggak apa2, saya kasih kesempatan ibu untuk istirahat dulu.”kataku “sudah kamu lanjutin aja, kalo kelamaan nanti suster datang.”kata bu tarmi Maka saya pun melaksanakan perintahnya, dan mulai kugoyangkan tongkolku di memiawnya. “ahhh,,ahhh,ahhh, tongkolmu bikin aku pengen lagi lho dik,,ent*t aku yang kenceng dik arman.”bisiknya di telingaku plakk,,plokk,plakkk suara itu jelas terdengar karena kocokan tongkol saya yang begitu cepat. “ohhhh,,,sss,,sshhhh,aaaahhh,,bu aku mau keluar bu.”desahku “ohhh,,ohhh,oohhh,,sss,shhh,,sshhhh,,ahhh iya dik arman,,keluarrin ajahhhhhh..”desahnya Tak lama kemudian saya pun keluar. crooottt,crooottt,croottt,croottt, sangat banyak spermaku keluar. Dan bu tarmi pun mendekapku dengan sangat erat. “ahhhh,,,ahhh………,,aku juga muncak dik armann,,,,ohhhhhhhhhhhhh”desahnya wow liang memiawnya berdenyut-denyut seiring dengan keluarnya cairan orgasmenya. Setelah mengatur nafas, maka sayapun mencabut tongkol saya dan keluar dari kolong tempat tidur lalu ke kamar mandi untuk membersihkan tongkol saya. Setelah saya keluar dari kamar mandi, kemudian bu tarmi juga ke kamar mandi untuk membersihkan memiawnya. Lalu kami kembali ngobrol2 biasa kembali, tetapi jam 12malam saya pun pamit pulang kepada bu tarmi. Nah itulah cerita saya dengan ibundanya vera, nanti saya ceritakan kembali saat bu tarmi ku ent*t berdua dengan teman saya..hahaha

Cerita Dewasa : Ngentot 3 Cewek Montok Sekaligus

 vidio sex
Namaku Ramon, gue masih pelajar SMA. Hari itu sangat mendung, aku mulai memasuki gerbang sekolah, untuk belajar dengan baik seperti yang diharapkan orang tua saya saat berpamitan. Di gerbang saya bertemu dengan Vani, teman sekelasku, akupun berjalan bersama Vani menuju kelas. Kumulai sedikit basa-basi kepadanya.

“Cantik banget sih, Vani…” “Eh, aku belum mandi aja dibilang cantik, gimana kalo aku udah make over ya??” “Belum mandi??? Jorok banget sih…” Ejekku “Kayak kamu bersih banget, biasanya kamu kan bau, apalagi kalo abis pelajaran olahraga, mana sering deket-deket ce lagi pas abis olahraga” Balasnya “Sialan nih…” Pikirku, “Ya iyalah… Namanya juga co, pasti bau dong abis olahraga…” “Ah… Si Ucup aja ga bau kalo abis olahraga…” “Enak aja, mau kamu sama dia? Cakepan juga aku” “Iya juga ya… Cakepan kamu, hehehe” “Iyalah… Ramon kok, mana ada tandingannya… Hehehe…” “Haha… Kamu narsis banget sih jadi co…” Katanya sambil mencubit “Ih… Geli deh… Kamu juga lucu deh…”

Akhirnya kami berdua tiba di kelas, kamipun belajar di kelas sampai pulang, saat jam belajar, entah kenapa Vani minta untuk duduk sebangku denganku, tentu saja aku tidak menolaknya, maklum, Vani itu salah satu ce paling cantik di sekolahku, saat aku duduk sebangku dengan Vani, banyak teman-teman yang membicarakan kami berdua, maklum, di sekolah aku termasuk co yang biasa-biasa aja. Kalo deket sama Vani bisa jadi gosip baru nih. Bel tanda pelajaran berakhir pun berbunyi. Aku lalu berjalan keluar bersama Vani.

“Van, kamu pulang sama siapa?” tanyaku “Gak tau, biasanya sih aku naik angkot, kamu mau anterin aku?” “Boleh, rumah kamu kan gak terlalu jauh, asalkan…” “Asalkan apa? Masa nganterin gitu aja pake syarat sih?” Protes Vani “…asalkan kamu mau cium aku…” Aku mulai nekat, karena memang di sekolah aku terkenal nekat. “Ih… Ada-ada aja, masa pake cium-cium segala sih??” “Ya udah, berhubung kamu cakep, aku mau cium kamu, tapi cari tempat yang sepi dong…” “Oke… Kita ke toilet belakang sekolah” “Tapi jangan apa-apain aku lagi yah…” “Iya deh… Jangan takut kalo sama aku…”

Tibalah kami ke toilet belakang sekolah, di situ Vani seperti merasa ketakutan, mungkin karena takut diapa-apain, tapi aku ga peduli. “Nah… Sekarang merem dong, biar aku cium…” Katanya “Iya… Iya… Tapi kamu merem juga dong…” Suruhku “Ya udah…”
Vani memejamkan matanya, bibir kami makin berdekatan, setelah cukup dekat, aku membuka mataku dan mulai mencium Vani dengan sangat bernafsu, sambil memeluk tubuhnya aku mencumbui Vani dengan sangat bernafsu. “Mmmmmmmhhhhhhh……..” erang Vani, tetapi aku tidak perduli, aku masih saja mencumbuinya. Tetapi Vani masih bisa lepas dari dekapanku. “Katanya cuma cium, masa kayak gitu??” Katanya sambil sedikit tertawa “Tapi suka kan?” Bilang aja… Ya kan? Ya kan? Hehe…” Kataku sambil tertawa dan meledek Vani “Iya sih…”

Aku mulai mencumbuinya lagi, kali ini aku lebih berani, tanganku mulai meraba pantatnya, meremasnya dengan keras. Vani sepertinya mulai meresponnya. Vani melepas lagi cumbuanku. “Pelan dikit say… Jangan buru-buru gitu, sekarang diem aja ya, duduk aja di kloset tuh…” Suruhnya, dari sini aku mulai ngerti kalau Vani itu seorang “PROFESIONAL”, hehehe… “Iya say, cepetan dong say, bukain, kasih servis sekalian” Suruhku padanya, berhubung udah nafsuan banget nih…
Vani mulai membukakan celanaku, aku juga membuka baju seragamku sendiri, hingga aku telanjang bulat sementara Vani masih berpakaian lengkap, Vani mulai mengocok penisku, setelah itu Vani mulai menjilat-jilat penisku, dan menghisap-hisap penisku, mendapat perlakuan seperti itu aku sangat menikmatinya, udah gak lama dapet kayak gini, dahsyat bro!!! Tiba-tiba ada yang masuk ke dalam toilet tempat kami beraksi.

“Waaaahhhhh…. Ada yang mantap nih…” Kata orang yang masuk itu “Iya tuh, bagus juga…. Gede loh” Kata orang kedua yang masuk. Orang pertama adalah Chintya, teman sekelasku juga dan yang kedua Icha, kakak kelasku yang merupakan sepupu Chintya. Mereka berdua terkenal sebagai ce yang hot di sekolah. “Boleh ikut ga nih? Tanya Icha pada Vani “Boleh aja kok…” jawab Vani. Aku merasa sangat terkejut dengan mereka, mereka masuk tiba-tiba dan seperti mau ikut dengan aksi kami. Kalo mereka mau ikut, Rejeki jangan ditolak ah…

“Tapi jangan di sini dong tempatnya, masa sempit gini sih?” kata Chintya “Mending kita ke rumahku aja, kebetulan lagi kosong tuh” tambah Icha “Ya udah, tapi cepetan dong, nanggung nih… Belum dikeluarin…” “udah santai aja, nanti kita keluarin bertiga, santai aja” jawab Icha Akupun langsung mengenakan seragamku kembali, lalu kami berjalan menuju parkiran, aku naik sepeda motor bersama Vani, Icha dan Chintya naik mobil mereka, di perjalanan, Vani menggesek-gesekkan dadanya di punggungku, kayaknya ga sabar juga nih si Vani.

Akhirnya tiba jugalah kami di rumah Icha, Icha dan Chintya sudah sampai duluan di sana, mereka menunggu kami, akhirnya kami masuk ke dalam rumah, Icha mengunci pintu rumahnya. Aku duduk di sofa, dan mereka mulai mengelilingi oleh mereka bertiga, Icha mulai melingkarkan tangannya di leherku sambil berdiri, dan langsung menciumiku, sementara Chintya dan Vani duduk di sebelah kiri dan kananku. Mereka mulai mengelus-elus dada dan selangkanganku, sesuatu mulai mengeras di selangkanganku. Lalu aku memeluk Icha, mendekapnya dengan sangat keras, saat itu aku tidak tahu siapa memegang bagian tubuhku yang mana, saat itu aku merasakan ada yang membukakan celanaku, lalu menariknya dengan sedikit kesulitan untuk membukanya, tinggallah baju seragamku dengan celana pendek ketatku, tanpa ada apa-apa lagi di dalamnya, aku melepaskan ciumanku dengan Icha, lalu kulepas baju seragamku, kini aku telanjang tanpa menggunakan pakaian apapun, lalu aku mencium Vani, sambil Vani mengocok-ngocok penisku, Chintya mulai menjilati dadaku, menghisap putingku, terasa sangat geli.

Icha membuka bajunya, lalu melemparkannya kepada aku dan Vani yang sedang bercumbu. Kulemparkan kembali kepadanya. Terlihat kulit pada dada Icha yang sangat putih mulus, seperti punya mantanku dulu, Sarah. Aku mulai meraba-raba dada Icha, menyelusup dari luar BHnya, lalu Icha membukakan BHnya, semakin terlihat jelas kalau Icha luar biasa cantiknya, lalu Icha membuka roknya ke bawah, juga CDnya, aku sangat suka melihatnya, lalu aku lepaskan cumbuanku pada Vani, aku berdiri dan langsung mencumbu Icha lagi, tanganku meremas-remas memeknya, lalu aku mendorongnya ke sofa, Icha malah berdiri, menarik tanganku, mengajak aku menuju kamarnya, ada sebuah ranjang yang besar, aku langsung ditolaknya hingga berbaring di ranjang, kulihat Vani dan Chintya menyusul kami ke sini. Icha mulai mengocok-ngocok kontolku, tak lama ia mengocok, lalu Icha menghisapnya dengan penuh semangat, aku sampai melayang dibuatnya. Lalu kulihat Chintya dan Vani mulai membuka seluruh pakaian mereka, hingga telanjang bulat, body mereka bagus semua, aku ga bosan-bosan ngeliatin mereka, Chintya lalu memasang posisi meletakkan memeknya ke wajahku.

aku langsung menjilatinya. Vani juga mengocok memeknya sendiri, aku sangat suka melihat pemandangan seperti ini. Mereka semua meraung-raung, mendesah, dan berteriak kenikmatan. Icha yang sepertinya sudah mulai bosan menghisapi kontolku mulai bangkit dan berusaha menduduki kontolku dan memasukkan kontolku ke dalam memeknya yang sudah basah terangsang. Kontolku merasakan betapa nikmatnya memek Icha, aku menggoyangkan pinggulku dengan cepat, Icha pun meresponnya dengan baik, Icha juga membalas gerakan pinggulku dengan sangat liar, melihat itu, Vani menghampiri Icha dan langsung mencium Icha dengan sangat liar, wow! Ini semua sangat hebat, sangat luar biasa rasanya 3 anak SMA kontol dengan liar begini! “kontol, enak banget nih… Akkkhhhhh……..” Desah Icha yang bergoyang liar di atas tubuhku, tak lama kemudian, Icha ambruk ke tubuhku, Icha mengalami orgasme. Icha lalu bangkit dan pindah ke samping kami bertiga, Icha terlihat lemas dan ia tertidur. Vani meraih kontolku dan menghisapnya, sementara Chintya masih bertahan dengan hisapanku di memeknya, aku masih dalam posisi berbaring di ranjang.

“Vaniii… Aku mau ngerasain kontol si Ramon… Pengen banget nih… Akkkkhhhh….” “Ya udah, sini dong” “Entar, kamu nungging aja, Chin, biar doggie” suruhku Chintya lalu menungging, aku sempat meremas-remas pantat dan memeknya, lalu aku mencoba memasukkan kontolku ke dalam memeknya. “Aaakkkkhhh…. Aaaahhhh….” Itulah yang keluar dari mulutnya saat kontolku masuk seluruhnya ke dalam memek Chintya “Aaahhh… Enak banget memek kamu, Chin, aku suka banget… Oooohhh….” “Kencengin, Mon, Kerasin… Kontolmu enak banget, kenceng beibh…. Ooooooooohhhhhhh……….” Setelah 7 menit bertahan dalam posisi ini, kurasakan seperti ada yang mau keluar dari dalam penisku, akhirnya aku ngecrot di dalam memeknya sambil mengangkat tubuh Chintya dan mencium bibirnya dari samping. “Oooohhh…. Enak banget beibh… Aku keluar juga nih… Oooohhh…. Aaaahhhh….” Tubuh kami berdua pun ambruk, dan kontolku masih berada di dalam memeknya, kami tergeletak dalam posisi menyamping. Aku mulai bangkit, kulihat banyak sekali spermaku di memek Chintya yang meluber keluar memeknya.

“Enak banget beibh… kontol kamu keras banget… Aku suka banget…” katanya, ia pun terbaring lemas, menaruh kepalanya di atas tubuh Icha Kulihat Vani mengangkangkan pahanya, dan memasukkan 2 jarinya ke dalam memeknya. Aku beristirahat sejenak, kontolku masih lemas dari orgasme tadi. 10 menit aku beristirahat sambil kupejamkan mataku. Kulihat Vani sedang mengocok-ngocok memeknya dengan jarinya, aku langsung menghampirinya, dan mencumbuinya, aku mulai dari bibir, leher, lalu aku menyusu di dadanya, dadanya sangat besar, berukuran sekitar 36B, karena tubuhnya termasuk besar. Lalu aku menjilati memeknya, dan mengocok-ngocok memeknya dengan jariku, Vani mengalami orgasmenya. “Aaaaaaaaaaahhhhhhhhhh……………. Ennnnaaakkkkkk…….” Kudiamkan jariku di dalam memeknya sesaat, lalu kukeluarkan. “Kamu mau kontol, sayang?” tanyaku Mau banget, sayang, ayo dong, cepetan…! Masukin…!” Kini aku berada di antara kedua pahanya, mengangkat kedua kakinya ke atas bahuku, lalu mencoba memasukkan kontolku ke dalam memeknya yang sudah basah dan merekah merah.

Masuklah kontolku ke dalam memeknya. “Oooohhh… Aaaahhhh… Eeennnaaakkkk…” Erangnya saat aku menggoyang kontolku Semakin cepat aku menggoyang kontolku. Kali ini rasanya kontolku lebih tahan dari pada tadi, mungkin karena sudah dikeluarin sekali pikirku, lama dalam posisi seperti ini, aku meminta Vani untuk tidur menyamping, tanpa mengeluarkan kontolku dari dalam memeknya, aku memutar posisinya miring ke kiri, dengan posisi ini aku masih menggoyang pinggulku dengan kencang. Tanganku dalam posisi meremas-remas pantat dan dadanya yang merah bekas cupang, pantatnya merah karena kutampar-tampar. Kulihat Icha dan Chintya mulai bangun, mereka tiduran sambil menonton permainan aku dan Vani. Sambil aku kontol dengan Vani, Icha menghampiriku dan menciumiku, sepertinya dia mau lagi, semakin kencang aku menggoyangkan pinggulku, lalu kuberhenti sebentar, aku memutar tubuh Vani ke posisi doggie, karena aku suka sekali posisi ini, dalam posisi ini aku meremas-remas dada Vani, semakin Vani mendesah dan berteriak, sementara sambil menggoyang aku berciuman dengan Icha, semakin kukencangkan goyanganku dan akhirnya Vani mengalami orgasmenya.

Langsung kulepas kontolku dari memek Vani, aku langsung bergerak menuju Icha yang sudah telentang membuka pahanya, aku memasukkan kontolku ke dalam vaginanya. Aku menggoyang tubuh Icha sambil menindihnya, kami berciuman, kami berdua bertahan lama dalam posisi ini. “Mon… Mau keluar nih aku… Aaaahhh…. Enak banget…” “Aku juga kak…” Wajah Chintya dan Vani berada di atas perut dan dada Icha, seperti menungguku untuk orgasme. Akhirnya aku cabut kontolku keluar memeknya, dan keluarlah cipratan orgasme Icha, sangat deras. Lalu aku menembakkan spermaku ke wajah Chintya dan Vani, Chintya langsung menghisap kontolku sampai lemas. Akhirnya kami bertiga tergeletak lemas di atas ranjang, di depanku ada Icha, di kiriku ada Chintya, dan di dadaku terbaring tubuh Vani. “Thanx banget, Mon. Aku suka banget kontol kamu, lain kali kita bisa main lagi kan?” kata Icha “Iya, Mon. Kita suka banget kontol kamu, walaupun ga terlalu gede, tapi kamu bisa main lama” puji Vani “Kapan bisa main lagi, Mon?” tanya Chintya “Kapan aja aku bisa kok main sama kalian, kalo mau juga di mana aja aku lakuin, di sekolahan juga jadi!”

“Bener nih? Gimana kalo besok kita main lagi di sekolahan?” kata Icha “Ah gila ah… Aku ga mau” tolak Chintya “Boleh… Asalkan pas udah sepi…” “Ga enak dong kalo sepi, ga seru…” Kata Icha lagi “Ah, aku tetep ga mau…” Kata Chintya, Chintya mulai memejamkan matanya dan sepertinya dia kelelahan dan tidur. “Terserah kalian semualah… Yang penting kalo lagi pengen, hubungi aja aku… Hahaha…” Itulah kisahku bersama 3 gadis hot sekolahku, lain kali akan kuceritakan pengalamanku bersama mereka lagi saat ada pertandingan futsal di sekolah…